Thursday, December 30, 2004

Rainy Day

Hujan dan hujan terus. Sehari-hari hujan selalu turun. Baru panas sedikit saja langsung disambung hujan yang lamaaa. Bisa seharian sampai pagi lagi hujannya. Rencana ke lapangan belum juga kesampaian. Gimana bisa ke lapangan kalau hujannya seperti itu. Kebumen... gimana nasibnya sekarang. Sudah sebulan lebih aku tidak ke sana lagi.

Hari ini hari masuk hari kelima pasca tsunami yang menyerang Aceh dan sumatera bagian utara. Dari detik aku baca selain Banda Aceh, Meulaboh mengalami kerusakan hampir 80%. Korban tewas diperkirakan 5000 sampai 10.000 rb orang. Sungguh� bencana besar nasional yang pasti akan mengetuk hati seluruh bangsa.
Dari sini aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan supaya seluruh korban supaya diberi ketabahan, kesabaran dan kekuatan. Dan kami semua yang berada jauh disini dapat terketuk hatinya untuk membantu saudara� yang tertimpa musibah. Amin.


Oh iya... printernya kok dak bisa dipake nih?!
Aji sibuk kih, rung iso mbenerke. HUhuhuhu... nek ono wektu cepet mrene yoh...
:)~

Saturday, December 25, 2004

Allah sumber hidup dan cinta.
Engkau senang berada di tengah-tengah anak2Mu.
Engkau mengutus Puteramu untuk menjadi seorang pribadi
yang secara penuh di tengah-tengah kami.
Daging dari daging kami dan tulang dari tulang kami.
Ia terus berada beserta kami melalui pemberian diriNya
yang mulia dalam Ekaristi.
Engkau memberikan RohMu
supaya tinggal bersama kami dan membimbing kami kepada kebenaran.
Kami berterimakasih kepadaMu karena Engkau telah mengingatkan kami
akan kehadiranMu yang terus-menerus dalan kehidupan
dan dunia kami dengan pelbagai cara.
Berikanlah kepada kami iman yang hidup
sehingga kami menyadari dan menjawab kehadiranMu,
dan bantulah kami supaya kami menjadi tugu-tugu cinta yang hidup,
menjadi tugu-tugu kehadiranMu yang penuh belas kasihan.

Kepada seluruh teman, sodara dan semua umat Kristen dimana pun berada kuucapkan :
SELAMAT NATAL 2004.

Sukacita adalah tanda kehadiran Allah yang tak mungkin salah (Teihard de Chardin)

Wednesday, December 22, 2004

Today

Seharusnya bulan ini menjadi bulan yang penuh kebahagiaan untukku. Tapi ternyata semua tak seindah bayanganku. Aku bersyukur di awal bulan tgl 1 Desember kemarin bisa membuat kedua orang tuaku tersenyum, dan juga orang� di sekitarku. Puji syukur juga karena masih diberi kesempatan melalui hari demi hari hingga saat ini. Masih berada dekat orang� yg menyayangiku hingga mendekati tutup tahun ini.
Yah... meskipun saat ini perasaanku suram. Rasanya kebahagiaan� itu hanya sesaat lalu disusul kemuraman�. Semoga saja ini tidak akan berkepanjangan.
..::bRb::..


Hwih... kok sensi banget sih wiek... wake up...
Jika dulu� saja bisa dilewati, sekarang dan yang akan datang juga harus bisa dilewati. Sebentar lagi sudah ganti tahun, artinya sudah diingatkan kalau jatah hidup berkurang satu tahun. Belum banyak yang dilakukan dari kemarin jadi besok harus berjuang lebih keras lagi supaya tidak terlewati sia� seperti sebelumnya.
Yup... ndak boleh cengeng, ndak boleh manja dan ndak boleh tergantung sama orang lain terus. Itu yang penting...
so... Keep On Running

Untuk temenku Reni, semoga sukses ujiannya dan dapat buka salon sendiri. Dan buat yang nemenin aku hari ini... hmmm.. *mikir*
Apaan yah?! Malah bingung aku, dari tadi bingung'e ndak ilang�. Aku kih wes rumongso salah, durung jaluk ngapuro malah saiki pikiranku bingung.
Hzhzhzhzhz... adem banget, tiba� saja hujan deres dan males pake ponco. Ya wes... klebes deh.

Sunday, December 19, 2004

Si Bapak Tunanetra

Malam minggu kelabu .. hiks... :�
Hehehe.. gimana gak kelabu, sejak sore turun hujan. Semua rencana yang disusun jadi batal semua. Gak jadi ke t4 Mas Wata, gak jadi ketemuan, gak jadi... Ugghh... semua acara jadi berantakan. Yang paling bikin kecewa itu gak jadi ke t4 Mas Wata. Kapan bisa ketemu, pagi datang gak ketemu, siang datang gak ketemu, sore juga gak ketemu� kesempatannya tinggal malam itu. Hari minggunya gak bisa keluar rumah karena harus jaga rumah dulu, pagi ibu, Hadrii & Adi ikut sepeda gembira di Gembiraloka (dan seperti biasa, bapak pasti ikutan nemenin). Moko sejak pagi gak tau pergi kemana.. jadi aku jaga rumah sendiri. Besok sudah tanggal 20 padahal sudah diwanti-wanti laporan harus dikumpul sebelum tanggal 20.

O iya� tadi pas sendirian di rumah, ada tamu nyariin bapak. Katanya sih temen belajar dulu sewaktu masih di KPA. Temennya bapak ini seorang bapak Tunanetra. Kaget juga aku melihat orangnya tadi, kupikir normal. Tapi saat dia digandeng sama anak gadisnya dan dituntun turun/jalan ke arahku, aku baru memperhatikan kedua matanya. Dan ya Tuhan, beneran deh kalau bapak itu tunanetra. Tapi aku berusaha gak nunjukin rasa kagetku, Aku tanya keperluannya. Katanya selain utk silaturahmi ke temen, bapak itu mau nanyain soal rumah yang bisa dikontrak deket-deket tempatku. Sempat bapak itu sedikit cerita kalau dulunya dia normal tapi karena mengalami kecelakaan akhirnya kedua matanya menjadi buta. Sejak buta, dia belajar memijat dan sekarang ingin membuka usaha tempat pijat.
Karena bapakku gak ada dan putrinya harus segera masuk kerja, mereka akhirnya pamit dan akan datang lain waktu.

Wah aku jadi terharu, bapak itu yang sudah berumur dan mendapat cobaan berat dengan kondisi seperti itu, masih tetap ingin berusaha untuk tidak merepotkan keluarganya. Dia masih ingin tetap berguna untuk orang lain. Sejenak aku menjadi malu berhadapat dengan bapak tunanetra itu tadi. Malu karena dengan anugerah yang telah Dia berikan untukku hingga saat ini, aku belum bisa banyak berguna bagi orang lain.

Waktu bapakku pulang, langsung aku sampaikan ttg kedatangan bapak dan putrinya tadi. Bapakku sempat kaget dan mengingat-ingat siapa temennya yg mendapat kecelakaan hingga mengalami kebutaan, tapi tidak ingat juga. Yah.. mungkin kejadiaannya belum begitu lama sampai bapak tidak tau. Setauku rumah yang ingin dikontrak bapak itu sudah ditempati oleh orang lain. Semoga bapak bisa memperoleh tempat lain dan tercapai apa yang bapak inginkan. Amin.

Thursday, December 16, 2004

Superyoung, Fenomena Awet Muda 10 Tahun

Sewaktu Anda mudik beberapa waktu yang lalu, mungkin Anda terheran-heran menjumpai kerabat yang telah berumur tetapi tetap tampak awet muda 10 tahun. Sebenarnya memang fenomena tampak muda ini memang ada lho.

Dr. David Weeks, seorang ahli psikopatologis klinis dari Inggris, memberi julukan orang-orang yang awet muda ini dengan nama superyoung. Fenomena ini begitu menggelitik benaknya dari 15 tahun yang lalu sehingga ia mencoba melakukan penelitian untuk itu.

Setelah melaui proses panjang, akhirnya Dr.Weeks menemukan kesamaan di antara para Superyoung itu dengan benang merah sebagai bahwa mereka memiliki hubungan romantis yang menyenangkan sepanjang hidup dan juga seks yang menyenangkan dalam hubungan suami istri. Mereka juga seringkali berteman atau memiliki hubungan kasih dengan orang-orang yang berusia paling tidak 10 tahun lebih muda.

Selain itu juga sangat percaya diri dengan orientasi seksualnya dan peran gender masing-masing. Biasanya mereka hanya punya satu atau dua anak. Cara menjalani hidup juga menjadi ciri-ciri superyoung, karena biasanya mereka penuh semangat.

Superyoung ini biasanya adalah orang-orang yang memiliki postur tubuh yang baik dan menggemari olahraga luar ruangan yang menantang seperti mendaki gunung, berenang, olahraga tim dan tidak pernah duduk-duduk saja menonton. Hobinya cenderung sering bepergian dan jujur dalam perkataannya.

Jadi bila Anda memiliki sebagian besar ciri-ciri yang ditemukan oleh Dr.Weeks, bergembiralah karena berarti Anda salah satu dari superyoung-superyoung itu.

(Sumber : hanyawanita.com)

Wednesday, December 15, 2004

M.O.D.E.L

Wi, kwe sido dadi modelku ujian ora? Nek sido ujiane tanggal 22 des sesok. Bls!
bip...bip...bip...
Aku gelem asal ora diketok� sek aneh�. Neng ndi jam piro ujiane?

bip...bip...bip...
ujiane jam 7 esok neng SKB Gayam sesok tak kandani nek ono perubahan. Nuwun yo.

Hiehieiheihie....
Kemarin aku pernah janji sama Reni Valent mau bantuin dia jadi model untuk ujiannya. Jadi aku iya'in aja. Habis sms'an semalam (sayangnya ada sms yang gak dapat balasan hikkkss...) aku tidur. Tapi sempat bangun pas ada suara telpon malam�. Kirain si dia yang miskol�an, tapi kok deringnya agak lama. Ya udah, aku angkat dan ternyata bukan darinya. Telpon dari orang yang nyariin bapak. Dia dari gelanggang mahasiswa yang sedang nyari darah golongan O. Kok tau yah kalau bapakku darahnya O. Ah... paling dia nanya� di PMI, kan bapak emang rajin donor darah. Tapi sayangnya semalam badan bapak kurang fit. Jadinya gak berani datang nyumbang darah.
Pagi tadi tumen berangkat kerja agak pagi dari biasanya. Aku pulang dari belanja, bapak sudah pakai baju rapi mau berangkat kerja. Sempat juga aku dengar� soal gelanggang mahasiswa. Mungkin bapak mau ngecek ke sana kali yah...
Mudah�an ada orang lain semalam yang bisa kasih darah.
Kadang kalau nemenin bapak donor darah, pengen juga sih ikutan donor darah. Tapi ndak bisa... berat minimal kan 48 kg, padahal aku cuma naik turun di 42-44 kg ajah.
Tapi kalau pas lihat darahnya kesedot... hiiiiyyy.. serem juga lihatnya. Seeeeerrrrr... gitu rasanya.
O iya.... legalisir'an ijasahku belum diambil, sudah minggu lalu aku masukin jhe.
Ke TP lagi ah... sekalian beli resleting utk rok baru. Huhuhu... mumpung masih nganggur, belajar jahit baju. Berhasil bikin satu rok.
Cihuuuuuy...................

Monday, December 13, 2004

Kena Razia Lagi

Sudah kedua kalinya kena razia polisi lagi. Uhukkss�... Rp 20rb lepas lagi deh. Gara�nya sama kayak yang dulu... yang pegang depan, gak punya SIM. Eh agak beda sih, kalau yg dulu gara� SIM'nya jatuh tempo. Yang sekarang malah gak dibawa. Tapi kalaupun dibawa ya sama aja sih... wong jatuh temponya belum diperpanjang :�~
Tadi kena razianya di daerah Bantul. Dari SMM/SMSR ke selatan lagi, jalan tembus mau ke Madukismo. Wah... polisine kok yo sampe situ nyegatnya. Rajin anget sih razia... sampai harus kena razia lagi deh.

Sunday, December 12, 2004

Hari ini ada janji ke Bantul lagi. Tapi aku bangun kesiangan, jadi sampai skg belum berangkat juga ke sana. Habis mandi ke sagan mo ngajak Dewi... eee... Dewi'nya masih asik bobo hikks.. Gak jadi deh. Trus coba telp Aji, sapa tau mau diajak nemenin. Tapi malah telpon wnet'e ra iso dihubungi. Sekarang sudah setengah 12 siang.
Huhuhu... berangkat... nggak... berangkat... nggak...
Badan masih pegel lagi, ughh... rasanya males banget.
Kemarin pulangnya kemalaman. Sampai rumah jam setengah 9. Habis itu masih pergi ke Kadipaten dulu nganterin ibu, baru pulang jam 11 malam. Sebenarnya tidurnya masih kurang, tapi karena ingat ada janji. Ya udah... bangun juga.
Hwiiihh... lagi tengah� ngetik wae wes dapat panggilan.

-=bRb=-

Friday, December 10, 2004

Sebuah renungan yang indah

BIARKAN TUHAN MENILAIMU

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.
Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga
teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu
Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi, tetaplah berbahagia
Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok akan dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak
akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.
Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.
Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur, dan Dia dapat melihat ketulusan
hatimu.
(a good wisdom from Mother Theresa)

Wednesday, December 08, 2004

Gak tau kenapa kok tiba� jadi gampang tersinggung, uring�an sendiri yah. Ngopo kih yo.... Bawaannya selalu sebel aja padahal gak ada sebab yang jelas. Ugh... kadang aku benci dengan diriku sendiri kalau lagi gini.
Aku coba untuk berpikir dan kembali lagi berpikir, kemana semua ini akan berlabuh. Salahkah jika kuingin sejenak bermimpi, memimpikan impian yang bagiku tinggi setinggi bintang di cakrawala. Impian yang sejak kecil sering kulihat telah dicapai oleh orang� dihadapanku. Yang sejak kecil sering kutanyakan kepada kedua orang tuaku "kenapa aku tidak bisa seperti mereka??"Disaat aku belum sadar, bahwa pertanyaanku adalah sayatan pedih untuk orang tuaku. Dan kini saat hatiku mulai bisa merasakan kembali yang dirasakan orang tuaku puluhan tahun yang lalu... aku hanya ingin menyembuhkan luka yang pernah kutimbulkan itu, meskipun kutahu mereka tak pernah mengharapkannya...

Lagi baca�, aku nemuin tulisan ini.....

DOA

Doa akan membuat orang berhenti berbuat dosa
atau dosa akan membuat orang berhenti berdoa.
Apabila engkau berdoa adalah lebih baik hati penuh kesungguhan tanpa kata-kata
dari pada dengan kata-kata melimpah tetapi tanpa henti yang sungguh-sungguh.
Sehari yang dilewatkan tanpa doa adalah hari yang lewat begitu saja dengan sia-sia.
Doa yang berkenan di hadapanNya adalah doa yang sudah menjadi gaya hidup kita,
bukan berdoa kalau kita sudah menghadapi keadaan darurat.
Berdoa tanpa bekerja itu sama saja dengan mengemis tetapi bekerja
tanpa berdoa itu sama saja dengan perbudakan.
Jangan berdoa...
jika engkau tidak percaya bahwa Allah sanggup menjawab permohonan doamu.
Perdebatan tidak akan pernah menyelesaikan masalah
tetapi doa dapat mengubah segala sesuatu.
Apabila engkau merasa asing untuk berdoa maka engkau juga akan menjadi asing terhadap kuasa Allah.

(Toserba Surgawi oleh Sumantri Hp, SJ)

Monday, November 29, 2004

Kebumen oh Kebumen...

Hari ini balik dari Kebumen. Ndak seperti biasa, kali ini aku ditemani Dewi Claudia. Thx ya Wi dah nemenin berhujan eh salah... bergerimis ria ke Kebumen. Untung aja ada temennya...
Kalau gak ada temennya, pasti baru sampai rakit aku sudah memutuskan balik lagi ke Jogja hehehehe...
Jauh sih jalan sendiri... becek dan licin lagi jalannya.

Wednesday, November 24, 2004

Ujian Penerimaan PNS serempak se-Indonesia

Wah heboh juga nih penerimaan CPNS yang sekarang. Mungkin karena serempak dilaksanakan hari ini kali yah. Tapi aku gak ikutan.
Hmmm... sebenarnya sayang juga sih melewatkan kesempatan yg satu ini, tapi gak tau deh kok kemarin bisa gak minat ikut daftar. Hm... sebenarnya ada satu alasan teknis sih :�~ Ada satu persyaratan yang gak bisa aku lengkapi, jadi terpaksa deh... nunggu besok kalau ada pembukaan lagi :D~

Sekarang banyak temen�ku yang pada ikutan ujian CPNS itu. Aku cuma bisa mendoakan kalian teman�ku... Selamat Berjuang....
Semoga kalian semua diterima :)~
Bravo!!!

Tuesday, November 23, 2004

Malam Ini Nginap Juga Akhirnya

Sepanjang hari hujan gerimis di Jogja. Tanggung banget hujannya, kenapa gak hujan breess.. trus reda. Dari pada gerimis lamaaa. Rencananya mau ke t4 Bu Kapti (eks Dekan) untuk minta tanda tangan. Tapi ternyata di TP sedang ada sawalan dengan staff & karyawan, jadi pulang dengan tangan hampa hikkksss...
Jadi besok harus datang lagi untuk beresin keperluan yg satu itu.

Pagi dan siang hari ini waktuku banyak yg longgar, tapi nanti malam... baru ada acara lagi. Di Dusun Kedung ada pertemuan jam 7 malam di rumah pak Ikhwan. Undangannya sih jam 7 tapi ternyata baru datang jam 8, jadi mundur deh acaranya. Trus acara dimulai dari pengenalan, sosialisasi, pembentukan pengurus dan merencanakan progtram kerja selanjutnya. Puji Tuhan semua dapat berjalan dengan lancar hingga akhir.
Padahal di saat acara baru saja dimulai, kita bertiga (aku, partnerku dan temennya partnerku) sempat deg�an menghadapi salahsatu peserta yg hadir. Kayaknya bapak yg satu itu termasuk peserta sulit :�~
Kata�nya tegas, keras dan agak� provokatif. Tapi dengan bantuan pak Ikhwan, pertemuan dalam berjalan dengan lancar. Dan belakangan kami baru tau kalau sikap si bapak selama pertemuan berlangsung tadi itu memang disengaja.
Jadi ceritanya, di forum ada salahs atu peserta yg maunya duduk di depan, jadi pengurus, dipake terus tapi alau disuruh kerja tuh gak mau. jadi kalau dia dikasih kerjaan sering kali dilemparkan ke orang lain. Di akhir pertemua, si bapak itu cerita kalau sebenarnya kata�nya tadi diarahkan untuk "seseorang" itu. UUhhh... lega juga. Ternyata si bapak itu menerima kami dengan baik, karena kamisempat berpikir bapak itu menolak kehadiran kami disitu.

Pertemuan selesai jam 10 malam, rencananya sih mau nginep di t4 Mbah di Slarong. Tadi pamitnya juga bakalan nginep kalau pulangnya kemaleman. Tapi ternyata temen� mau nganterin sampai jalan besar Bantul. Kalau sudah sampai jalan besar Bantul itu, aku berani pulang sendiri. Jadi rencana utk nginep di Slarong batal deh. Akhirnya balik langsung deh ke Jogja. Di tengah perjalanan aku jadi berubah pikiran. Malam ini kok gak pengen tidur di rumah ya hehehe.... trus melaju ke t4 ..::*SeNsOr*::.. (tebak aja hayoo aku ke t4 sapa?!) Akhirnya aku nginep disitu. Huhuhuhu... malam yang me...
Dah ah....
Akhirnya nginep juga kan...

Monday, November 22, 2004

Around-around :D~

Agenda hari ini adalah berputar dan berputaaarrr...
Dari muter� TP sampai muter� Desa Guwosari. Hari demi hari terus berlalu, waktu terus bergulir... gak nyangka ternyata sudah akhir� November. Sudah mepet dengan dead line yang jatuh tgl 19 Desember.
Padahal sampai saat ini hujan belum turun, kabar ttg pengadaan pupuk-benih-bibit-dll masih belum jelas, dan ternyata baru hari sabtu depan diadakan pelatihan untuk kelompok dan PKL/PPL.
Kayaknya bakalan mundur nih pelaksanaannya. Gak tau deh untuk urusan turun anggaran gimana. Dulu yg aku dengar kalau pelaksanaan mundur berarti anggaran dibatalkan dan akan bisa dicairkan lagi tahun depan.
Jadi skg semua harus kerja ala Bandung Bondowoso aliaas... kebut�an. Seminggu ini rencana mo pertemuan sampe full, padahal aku harus ke Kebumen juga utk konfirmasi dengan kelompok Kebumen. Jadi buyar semua rencanaku.
Huhuhuhu...
Istirahat sek ahhh.. kesel muter desa seharian.

Sunday, November 21, 2004

Rapat... Rapat.. again...

Temen� dari Solo itu kok senengnya bikin rapat hari minggu sih. Apa gak tau hari minggu saat buat nyantai :�
Barusan buka internet udah ada panggilan kumpul di rumah mas Wata. Huhuhuhuu... dak jadi chatting deh :)~
Kabar baiknya... ada pembagian dana pertemuan uhukksss�....
Untung aja ada berita baiknya, jadi mau berangkat juga hehehe.. matre yah...
Emang sih uang itu bukan segalanya di dunia... tapi... segala sesuatu kan butuh uang...
:)~~
Time to go....

..::Brb::..

Thursday, November 18, 2004

Ada Komik di Dalam Tas'ku

Uhuukkss�... batukku kayaknya cuma karena kecapaian saja. Sekarang sudah agak mendingan meskipun masih raga� gatel di tenggorokan. Beberapa hari lagi paling sudah agak mendingan. Kemarin aku main ke pantai lagi, jalan� ke ParangTritis berdua ^_* ehm... sebenarnya gak berdua sih karena kemarin dari jalan parangtritis sampai pantai ruaaammeeee... banget. Baru sekali itu aku ke pantai rame banget.
Biasanya sih kalau tau bakalan seramai itu, aku paling malas pergi ke pantai. Nah kemarin itu gara� kesenengan ketemuan lagi trus bawaannya pengen pergi keluar... jadi parang tritis dijadikan tempat tujuannya.

Meskipun ada insiden kecil... tapi syukurlah semua berjalan dengan baik. Hwihh... kaya apaan aja :�~
Insidennya karena human eror kok ;)~ STNK sepeda motornya ketuker. Di tengah perjalanan bapak nelpon ngasih tau kalau STNK'nya ketuker. Untung dikasih taunya pas mau ulang, jadi khawatirnya gak terlalu lama. Soalnya sebelum dikasih tau kalau ketuker, kita naik motornya masih santai aja. Begitu tau STNK'nya ketuker, aku jadi deg�an sepanjang jalan pulang. Yah... itulah kisah liburan kemarin :D~
Hari ini sebenarnya ada reuni sama temen� kuliah, tapi badan agak meriang dan batuk� plus gak ada sepeda motor yang bisa dipakai.... jadi batal deh ikut. Aku sempat nanya ke Tina ttg acara reuninya dan katanya yang datang gak gitu banyak. Di reuni tadi diambil keputusan akan diadakan acara reuni untuk tahun depan yang lebih terencana lagi. Jadi ceritanya Pra Reuni.. gituh :)~

Sore ini tadi ditinggal semua keluargaku :( tapi untungnya Aji datang, jadi gak kesepian sendirian di rumah. Gak lama setelah bapak dan Moko pulang, Aji juga pamit pulang. Trus... mandi dan beres�in barang & tas. Pas lagi meriksa isi tas... **heran**... kok ada 2 sachet komik yah. Siapa yang naruh komix'nya yah???!!! Uhukkss�... baik banget yah orang itu, begitu perhatiannya sama aku (huhuhu... jadi ke'Ge-eR'an nih). Tau ajah kalau aku gak minum obat dari tadi hehehe...
Anyway... siapapun yang naruh komix di dalam tas'ku.... Makasih... seandainya tau dari tadi kalau yang masukin itu tadi kamu, ucapan makasihnya aku ucapin tadi. Tapi seperti biasa [^_^] aku sering telat.
Sekali lagi ...Makasiihhh... makasiiihh...

Tuesday, November 16, 2004

Mata kadang salah melihat, mulut kadang salah bicara, hati kadang salah menduga. Andai jemari ini tak kuasa berjabat, setidaknya kata masih dapat terungkap. Untuk seluruh teman�, saudara dan semua umat muslim kuucapkan Selamat Idul Fitri 1425H.



Wik, saya lagi koleksi film2 indo & film2 independen... Kamu bisa carikan disana gak? Ntar bea'nya saya yang tanggung.
Boleh aja... apa aja judulnya?
Yang saya inget film BAD'nya Arya W. Daun Di...'nya Cristin Hakim. Hmm film sejenis noncomersil.Ntar detilnya di email. Tnx yah. Tak Mampu Mendua'nya Kahitna lagu fav sekarang.
bip...bip...bip...
Apaan yah BAD'nya Arya??? Apa maksunya film musikal Biarkan Bintang Menari yah?? Hehehe... Ardi didils deh. Salah kali tuh nyingkatnya.
bip...bip...bip...

Wih... mbales toh ceritane, mau acarane apik, aku saiki gek turon, wis raono acara opo2 meneh, garek mules ning Jogja sesuk fajar, kowe piye? WIs niliki blogmu?
Uhuuukkss�... ndak sabar pengen ganti hari. Pengennya jam berputar cepat supaya cepat datang hari esok. Hmmm.... dari kemarin kalau sms selalu saja bilang acarane apik, asik, dll. Berarti seneng pas mudik. Baguslah... berarti liburannya ini tidak seperti yang dibayangkannya dari dulu kan :)~ Welcome again in Jogja... i'm waiting for you.. uhukks�...

bip...bip...bip...

Wiek... reuni jadi hari kamis besok jam 9 dirumah Upik. Datang ya ben rame, Dewi diajak yo. Sinyal ditempatku lagi parah ki, sms gagal terus!
Hwwiihhh... pas lebaran sih Tin... sabar wae nek sms :)~ Ok deh... aku usahakan bisa datang. I miss my friends... huhuhu... reuni... Mudah�an Dewi bisa diajak ikut.


Sunday, November 14, 2004

Judul : Still I'm Sure We'll Love Again
Album : Format Masa Depan
Ciptaan : Erwin / Dhani

There was a piano
We use to play And spend the time
'Til we found it was love
Hidding inside us Can not separate us

There's a flame of love
Searching in the dark It's there to guide us
But through the days beyond the haze
I can see you reaching out to hold me

Still I'm sure we'll love again
It's a matter of time
I will belong to you, You belong to me
How can I convince you girl
That I'm stuck on you Can't find another heart
I love you more each day (I love you more each day...)



Never though never cross my mind
You gave everything You ask me just holding on
If I could just walk away
To love again with somebody new

Too many memories
Release the passion inside And set them free
But through the days beyond the haze
I can see you reaching out to hold me

Friday, November 12, 2004

Mbah Sakit Lagi

Pagi� tadi salah satu sepupuku ada yang datang ke rumah. Dia memberi kabar kalau Mbak Putri sakit lagi dan minta dipanggilin ibuku. Mbah'ku ini orang tua dari ibuku, karena orang tua bapakku sudah meninggal dunia semua. Karena kabar itu, seisi rumah jadi dibangunin pagi� semua. Ibu bangunin aku dan minta dianterin ke t4 mbah. Tapi untungnya Hadri mau nganterin dulu sebelum masuk kerja. Nggak jadi aku yang nganterin ibu. Bukannya nggak mau sih, tapi cucianku belum selesai dibilas jhe.

Ini sudah ketigakalinya ibu dipanggil saat Mbah Putri sakit. Belum lama kemarin juga kejadiannya sama seperti itu. Pas dibawa ke dokter, dokter gak nemuin penyakitnya. Kemungkinan besar itu penyakitnya orang tua. Nanti aku mau coba nyusul ibu dan sekalian jenguk Mbah'ku. Sekarang aku cuma bisa berdoa semoga saja Mbah cepat sembuh.

Thursday, November 11, 2004

I'm Very Tired

Selama ini aku sering merasa kondisiku cukup bagus sehingga melakukan banyak kegiatan ke luar rumah yang ekstra banyak (termasuk jalan� :P~~). Tapi ternyata tubuh ini memang ada batasannya, sekarang badan rasanya capek dan pegel semua. Entah karena kebanyakan aktivitas keluarnya atau karena capek karena mikir. Kata orang, mikir itu juga menguras tenaga kan. Pengennya hari ini aku ke t4 Pak Pujo untuk ngecek tanda tangan yang udah seminggu lebih aku tinggalin di mejanya. Tapi kok badan lemes banget gini. Gek�... aku masuk angin kih.
Kerasanya sejak semalam pas meh tidur, rasanya meriang. Tapi mo ngeluh sama org rumah... nggak enak. Jangan� malah dikomentari "Koe sih... kluyuran terus" hehehe.. emang bener sih gitu, tapi kan gek emoh dikomentari. Jadi mending ya bobo'an wae. Eeh.. ternyata bobokku sui.. jam 7 malam sampai pagi. Waahh.. nutuk tenan le bobo.

Huhuhu... lemes akuh. Pengen bobo'an neh.

Monday, November 08, 2004

Busy

Kalau sedang sibuk, kok yah bisa keroyokan... ada aja kegiatan yg harus dilakukan. Gilaran longgar... rasanya longgar banget sampai� bikin bosen. Awalnya gara� aku terima tawarn si Bos untuk ikutan satu proyek lagi, sekarang giliran sibuk haru beresin ini-itu.
Hari ini misalnya, jam 9 pagi ada pertemuan untuk perkenalan dan sosialisasi di balai desa Guwosari. Karena mau pakai motor sendiri, aku harus nganterin Hadri dulu ke t4 kerja. Habis itu baru berangkat ke pondokan temen� dari Solo (di desa wista Krebet). Belum sampai tempat pondokan (jarak kurang 1 km) sudah dapat sms kalau ketemu langsung aja di balai desa. Huhuhu... jadi balik lagi turun ke balai desa. Dacaaalll ah... borosin bensin ajah :�~~
Sampai sana masih sepi, ngobrol bentar sama aparat desa sambil nunggu temen datang. Acara mundur 1 jam... (biasa... jam Indonesia). Jam 10 baru mulai dn jam 11 sudah selesai. Untung cepet...
Lalu nyusul ke balai desa Triwidadi tempat teman lain pertemuan. Hanya 2 tempat yang didatangi karena untuk lokasi Sendangsari ada Miss Information sehingga pertemuan di'pending sampai hari rabu. Abis beresin semuanya, aku pamitan dulu karena kalau harus nunggu teman� Solo, bisa-bisa lama deh di sana. Padahal sudah janji meh bantuin ibu utk nyiapin acara arisan ibu� WK di rumah sore ini. Akhirnya acara selesai juga jam 6 sore.
Sisa badan yang masih pegel. Untung aja nih tadi gak perlu datang lagi ke t4 si Bos. Katane tanda-tanganku dipakai utk besok aja di Dinas Bantul. Huhuhu... ternyata kanggo juga tanda tanganku (cieeehh... bangga sithik uhukkss�)
Time to rest........... ups ndak dink. Kok aku pengen nonton film yah. Ke teater dulu ah, kayake dah ketinggalan banyak film baru nih.

Sunday, November 07, 2004

Finish

Akhirnya pelatihannya selesai. Kemarin penutupan acaranya. Selesainya jam 1 siang padahal aku pesan kalau selesainya jam 2. Dari pada nunggu kelamaan, ya pulang sendiri aja naik bis. Lokasinya sih sebenarnya gak jauh, tapi kalau pake bis kota jadi muter dulu sampai Gamping trus balik ke bunderan UGM... abis itu baru naik bis sekali lagi ke arah rumah. Itulah susahnya gak punya kendaraan pribadi :)~

Syukurnya semua sudah selesai, jadi bisa dilanjutkan ke kegiatan berikutnya.
Hmm... nanti sore ada undangan njagong di tempat salah satu teman di Magelang. Pengen sih ikut, tapi belum pasti bisa. Aku harus nanya dulu boleh pake montor pa gak karena tempatnya jauh. Yah... we'll c later.

Pagi� aku ke warnet pengen benerin postingan yg dari kemarin ke-cancel terus. Sebenarnya sekalian mau nengok Aji. Pengen tau kabar tangannya... udah sembuh pa belum. Tapi udah jam segini malah orangnya belum ada juga, padahal katanya pagi ini jaga. Ya udah deh... ntar� aja. Mudah�an aja udah sembuh.

Friday, November 05, 2004

Pelatihan Hari Keempat

Wah.. ndak nyangka sudah 4 hari ikut pelatihan. Cepet juga rasanya, besok sudah selesai. Tinggal sessy penutup dan penutupan resti dari Dinas. Artinya........... turun lapanga.... kerja lagiii....
Hehehe... ya emang harus gitu sih, pengene dolanan terus. Tapi ikut pelatihan asik juga, isinya cuma main dan main. Jadi inget jaman sekolah dan kuliah dulu, waktu sering ikut acara Week End, Retret atau kumpul�an yang lain. Banyak acara main� dan diskusi pake simulasi� gituan. Mau deh kalau ada yg mau ngadain pelatihan lagi hiehiehhheiehee.... maunyaaaaaa sih.
Pokoknya nyesel deh kalau belum pernah ikut acara seperti itu. Banyak banget manfaatnya untuk kita.

Thursday, November 04, 2004

Pelatihan Hari Kedua

Pelatihan hari kedua... rada trauma dengan molornya acara di hari pertama, aku datang agak telat. Hehehe... buka agak sih... tapi memang telat banget. Acara dimulai jam 8 dan aku baru datang jam 9. Acaranya diisi oleh para pemberi materi latihan (hari pertama kemarin, materi diberikan oleh Dinas Kehutanan sebagai yang �punya gawe�). Pelatihnya dua orang bapak-bapak pelatih yang asik-asik.. jadi gak bosenin.
Pada hari kedua ini dipakai beberapa simulasi permainan. Menurut bapak�nya sih... selama pelatihan ini akan diisi dengan Simulasi-simulasi permainan dan gambar-gambar sebagai bagian dari Dinamika Proses (Hwiihhh... ilmunya mulai masuk euyy...uhukss�).
Gambar Katak Dalam Bejana Air. Ada 4 buah gambar katak dalam bejana air yang dipanaskan. Gambar I dipanaskan dengan 1 lilin, katak diam saja ditempat bahkan masih bisa tersenyum. Gambar II dengan 2 lilin, katak masih saja tetap diam ditempat. Gambar III dengan 3 lilin, katak sudah mulai kepanasan dan berubah warna kulitnya, tapi si katak tidak berusaha meloncat keluar dari bejana itu. Gambar IV dengan 4 lilin, si katak diam saja karena akhirnya mati kepanasan.
Gambar ini menggambar kondisi kita (dan masyarakat umumnya) dimana kurang sadarnya kita terhadap potensi/talenta yang kita punyai. Sehingga di saat kita terlena dalam suatu kondisi, kita hanya berdiam diri dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan tersebut. Bahkan meskipun kondisi tersebut sebenarnya merugikan atau mengancam keselamatan jiwa kita. Hal tersebut bisa diatasi dengan meningkatkan kesadaran akan potensi diri kita dan kesigapan dalam menghadapi sebuah kondisi.

Yang paling menarik lagi adalah menyadari bahwa adat-istiadat masyarakat (terutama di desa-desa) yang kurang menguntungkan, bahkan bersifat pemborosan. Seperti misalnya tipe Desa Suka Kawin... meskipun kondisi keuangan �mepet� tapi jika menuruti adapt jika �mantu� biasane �geden� (dibesarkan) maka dengan sumber daya yg terbatas, mereka memaksakan diri utk menyelenggarakan pesta tsb. Akibatnya... hutang, tanaman yg belum siap panen jadi ludes utk menanggung pesta, ternak ikut ludes, dll.
Selain itu ada juga Desa Suka Pesta� sedikit-sedikit syukuran dengan ngadain pesta. Buat pondasi rumah... syukuran, Pasang genting... syukuran, beli sepeda motor...syukuran. Bayangin deh keborosan yang ditanggung karena kebiasaan seperti itu. Bersyukur itu sangat penting, tapi tidak perlu dengan pemborosan.
Ada lagi Desa Bagi Warisan� ini bukan hanya di desa. Di perkotaan pun banyak terjadi. Tanah/lahan biasanya akan dibagikan kepada anak-anaknya. Oleh anak-anaknya kelak kemudian dibagikan lagi kepada turunannya. Akibatnya... lahan menjadi sempit dan tidak bisa lagi diukur nilai ekonomisnya. Seandainya bisa seperti petani Jepang. Pemerintah mengatur sebuah kebijakan untuk mempertahankan nilai ekonomis sebuah lahan. Caranya dengan memberikan undang-undang : seseorang tidak boleh memiliki lahan lebih dari � Ha. Dengan demikian maka org tua tidak akan memotong-motong tanahnya untuk dibagikan ke anak-anaknya (karena lahannya kecil), sehingga nilai ekonomis lahan bisa dipertahankan. Bagus juga yah aturannya. Di Indonesia apa bisa yah� Wong Lurah aja kalau terpilih jadi Lurah di desanya malah bisa dapat tanah berhektar-hektar. Lagian mana ada orang yang dengan sukarela merelakan lahannya yg berhektar-hektar untuk dipotong � - � kan.
Dan seperti sebelumnya, Desa Katak Dalam Bejana Air Panas. Meskipun kondisi lama-kelamaan merugikan tetapi selama masih bisa dijalani... ya dijalani saja.. sampai lama-lama mati (terpuruk).
Wah banyak sih materi di hari kedua ini, jadi kalau mau diceritakan semua... bisa-bisa malah jadi satu modul : ) Tapi ada lagi pengetahuan baru (bukan baru sih, tapi baru disadari lagi). Yaitu tentang hasil sebuah penelitian yang menyatakan bahwa orang-orang ber-RAS Mongoloid ternyata lebih konsekwen dan bertanggung jawab dari pada ber-RAS Melayu. Sebagai contohnya adalah masalah On Time alias tepat waktu. Cerita Pak Pemberi materi, sebuah pengalaman proyek tahun 80an kerjasama Arab dengan Indonesia dan Negara RAS Mongoloid (Jepang, Korea, Taiwan, dll). Entah bener atau tidak, Negara Arab tidak lagi menjalin kontrak dengan Indonesia karena pada saat itu kinerja orang Indonesia di sana sangat jauh di bawah orang-orang Mongoloid. Contohnya jam 6 pagi orang-orang Mongoloid sudah senam pagi, sedangkan orang Indonesia baru melek, belum mandi, sarapan, dll. Jadi rekannya sudah mendapat hasil jam 8 pagi, orang kita baru datang ke t4 kerja. Bukannya diskriminasi RAS lho karena aku sendiri termasuk orang ber-RAS Melayu jhe hehehe� yang artinya� tebak sendiri lah.:P~~

Huhuhu... Malu juga sih aku dengar cerita itu, karena aku juga sering banget gak tepat waktu.

Hmmm... nah ... siapa yang berani mengakui hasil penelitian tersebut ;)~

Pelatihan Hari Ketiga.

Aku ndak telat lho...
Hehehe... belajar dari orang-orang sukses yang selalu tepat waktu dan konsekwen dengan tugas dan kewajibannya.. Uhukkss�.. ceritane sih ngunu :P~~

Yang paling berkesan adalah Simulasi Menyusun Bujur Sangkar
Peserta dibagi dalam kelompok kecil anggota 7 orang. 5 orang bertugas sebagai anggota dengan tugas menyusun potongan-potongan kecil menjadi bentuk bujur sangkar, 1 orang menjadi ketua yang mengkoordinir sedangkan satu orang lagi menjadi pengawas yang mengawasi jalannya proses dan mengawasi jika terjadi pelanggaran. Ketua bertugas untuk melihat gambar bujur sangkar dan mengkoordinasikan kepada ke5 anggotanya bentuk bujursangkarnya dengan syarat tidak boleh bersuara.
Simulasi ini untuk menunjukkan pentingnya sebuah kerjasama dan komunikasi dalam keberhasilan sebuah tim atau kelompok.
Yang terkhir adalah Simulasi Kartu AB dengan konsep menanglah sebanyak�nya untuk kelompok pendamping. Huhuhu... pengen cerita sih, tapi kok badanku udah capek yah.

Next time aja deh... sekarang pengen istirahat dulu.

Tuesday, November 02, 2004

Pelatihan hari Pertama

Hari ini adalah hari pertama pelatihan yang aku ikuti sehubungan dengan pelaksanaan GERHAN atau Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan tahun 2004. Sebenarnya GERHAN sudah dilaksanakan dari tahun lalu. Setahuku sudah dilaksanakan di kabupaten Bantul (oleh LSM Lestari dan Punokawan). Untuk tahun ini, Lestari dan Punokawan sudah memasuki tahap pemeliharaan sedangkan Lingkar (tempatku) masuk dalam tahap awal pelaksanaan. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa LSM dan PKL yang terkait dengan GERHAN.
Hari pertama pelatihan aku datang jam 8 pagi. Tapi ternyata acaranya mundur lama banget. Menurut panitia, baru mulai jam 11 siang. Untung saja aku ditelpon, jadi minta jemput aja sekalian (kabuurrrr :P~~ karena belum banyak yg dikenal disitu). Jam 11an dapat sms dari si Bos yg kasih tau kalau sudah dimulai dan aku dapat kelas A. Jadi buru-buru langsung balik ke lokasi pelatihan (Hotel Nata Putra). Kasihan yg udah wira-wiri antar jemput tadi hehehe...
Lain kali ndak usah telpon lagi deh... nanti bisa-bisa aku manfaatin lagi loh upss... dak dink..
Pesertanya sekelas 60 orang dan orangnya asik-asik. Ramai dan ngebosanin. Lumayan lah... dapat tambahan ilmu baru sekaligus kenalan banyak teman. Selain teman-teman baru, aku juga bisa ketemu dengan kk� kelas. Ada 3 orang seniorku yang juga ikut pelatihan (lain jurusan sih, mereka ber3 dari Mekanisasi). Ternyata banyak banget manfaatnya aku ikut Pelatihan ini. Mudah-mudahan bisa ikut sampai akhir dengan sukseeesss... ...

Thursday, October 28, 2004

Sumpah Pemuda.. upacaraaaaaaaaa

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu
Bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu
Bahasa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu
Tumpah darah Indonesia

Hwih... ternyata aku masih inget, padahal terakhir kali ngucapin itu pas jama SMP dulu. Sumpah Pemuda... sebuah sumpah yang telah mengikrarkan pemuda & pemudi Indonesia dalam sebuah tekad dan tujuan yang luhur demi kebesaran bangsa ini. Dulu... (kata guru� sejarahku), Sumpah Pemuda ini adalah senjata ampuh untuk mersatu tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama maupun ras. Segala perbedaan melebur ...(bukan menghilang, karna yang namanya perbedaan itu tidak bisa dihilangkan)... menjadi satu tekad & tujuan mulia.
Tapi sekarang... dimana semua itu yah??!! Koran, televisi, radio bahkan di tempat� ibadah pun sering kali terdengar berita kerusuhan yang banyak disebabkan karena "perbedaan"
Sumpah Pemuda.... masihkan relevan??!! Masihkah bisa difungsikan kembali??!!
Kini keanekaragaman (yang dari kecil sudah dikenalkan pada kita oleh guru dan orang tua sebagai kekayaan besar bangsa ini) hanya sebatas dikenal.
Kita tau tapi tidak mengetahuinya.
Kita dengar tapi tidak mendengarkan.
Kita lihat tapi tidak memperhatikannya.
Kekayaan bangsa ini kini justru menjadi titik� api dari kemunculan konflik. Huhuhuhu... jadi teringat lagunya Mbak Tere

Tiada yang salah dengan perbedaan,
dan segala yang kita punya.
Yang salah hanyalah sudut pandang kita,
yang membuat kita terpisah.

Karna tak seharusnya... perbedaan menjadi jurang.
Bukankah kita... diciptakan.
Untuk dapat saling melengkapi... mengapa ini yang terjadi.

Mestinya perbedaan bukan alasan,
untuk tak saling memahami.
Mestinya cinta bisa memberi jalan,
tuk satukan semua harapan.

Tuesday, October 26, 2004

Too Many Story

Beberapa hari saja tidak posting blog ternyata banyak cerita yang terjadi. Dari traktir seluruh anggota keluarga, muter� cari lokasi tugas bahkan sampai dengan curhat�an soal tanggung jawab. Banyaknya kisah yang terjadi malah ndak bisa kuceritakan lagi. Kisah sedih, kisah senang, kisah melelahkan, kisah kebahagiaan, kisah kebanggaan bahkan kisah penuh harapan.
Yang bisa kuungkapkan saat ini hanyalah rasa syukur kepada Tuhan yang masih memberikan kesempatan padaku untuk bisa merasakan kisah� tersebut dan mendapatkan begitu banyak pelajaran hidup bagiku.

Jadi meskipun sering kali kurasakan letih dan lemah, ingin kucoba untuk tetap bisa tegak berdiri. Karna kupercaya Dia pasti selalu membantuku dan menemaniku bahkan di saat aku jatuh dan kesakitan. Ingin rasanya bibir ini selalu mempersembahkan senyuman, supaya siapapun yang melihatnya pun juga bisa merasakan syukur padaNya. Ingin kubagikan senyuman kepada orang� di sekitarku, supaya mereka pun juga mau membagikan senyuman mereka kepada orang� di sekitarnya. Sebuah hadiah yang sederhana namun begitu indah maknanya.

Senyuman tidak merugikan apa-apa tetapi memberikan sesuatu yang luar biasa.
Senyuman memperkaya orang yang menerimanya,tanpa menjadikan orang yang memberikannya lebih miskin.
Senyuman hanya memerlukan waktu sebentar, namun ingatan akan senyuman akan berkepanjangan.
Tak seorangpun yang begitu kaya atau kuat sehingga tidak bisa melakukannya
dan tak seorang pun yang begitu miskin sehingga tidak bisa diperkaya olehnya.

Senyuman menciptakan kebahagiaan di rumah,memupuk kemauan baik dalam bisnis dan merupakan simbol persahabatan.
Senyuman membuat orang yang lelah merasa santai, menguatkan orang yang putus asa, dan merupakan obat alam untuk orang yang bermasalah.

Tapi senyuman tidak bisa dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri
karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berharga bagi siapapun kecuali jika senyuman itu diberikan kepadanya.

Ada orang yang terlalu lelah untuk memberikan senyuman. Tapi justru mereka itulah orang� yang sangat membutuhkan senyuman. Berilah mereka senyumanmu, karena tak seorang pun yang sangat memerlukan senyuman seperti halnya orang yang tidak punya apa-apa untuk diberikan.

(Frederick William Faber)

Friday, October 22, 2004

Hari ini rencananya ada pertemuan dengan rekan� lain dari LINGKAR. Tapi ternyata yang datang hanya sedikit hanya 8 orang termasuk aku. Dan ternyata 8 orang itu tidak semuanya ikut GNR-HL di Bantul. Beberapa dari mereka teman� seangkatan mas Dewata. Pantes aja aku susah nyambung ngobrl sama mereka. Para senior� dan ternyata mereka itu sedang 'temu alumni'.
Tapi untungnya ada Mas Andang dan Rahmat yang sudah kukenal sebelumnya. Jadi ya ada juga orang yang bisa nyambung dikit. Paling ndak, dia yang bisa narik aku untuk bisa ngikutin obrolan mereka.
Agak lamaan aku ikutan pertemuan yang sebenarnya lebih mirip temu alumni itu. Sekitar jam 5 sore aku pamit lebih dulu. Tentu saja setelah ngambil 'Jatah' dari proyek yang Kebumen. Lumanyan lah, pas tengah bulan ginian ternyata bisa dapat kesegaran melalui suntikan dananya. Uhukkss�...
Akhirnyaaa... aku bisa traktir ibuku huuuhhuhuhu.. La selama ini selalu saja aku yang ditraktir ibu jhe, sekali� pengen juga ngerasain traktir ibu tuh kayak apa.
Pulangnya ndak langsung ke rumah, tapi absen duluuuww.. upss... ndak dink. Maksudnya nemenin buka puasa dulu hehehe.. bawa dikit jajanan dari Mr. Celups. Orang pertama yang ingin kubagi kebahagiaanku, huuhuhu.. :�~~ Semoga wae ndak dikira sombong hehehe...

Thursday, October 21, 2004

Pertemuan Dengan DInas Bantul

Akhirnya setelah nunggu beberapa lama, datang juga undangan untuk pembekalan dari Dinas bantul. Sama sih kayak yagn di Kebumen, tapi dari penjelasan yang panjang lebar tadi... kesanya yang ini bisa lebih rumit. Kali ini kami terlibat dalam GNR HL alias Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk bagian kabupaten Bantul. Berdasar keputusan dari SK kepala dinas, aku dapat lokasi di desa Guwosari Kecamatan Pajangan. Huhuhuhu... sempat kebayang dapat medan yang berat (lokasinya). Eh nda taunya malah tetangganya Mbahku. Malah asik to... ndak perlu mondok :)~ Uang mondoknya bisa dipake untuk lainnya hehehe...
Untuk kabupaten Bantul, ada 3 LSM yang dilibatkan dengan total tenaga pendamping / fasilitator sebanyak 47 orang. 15 orang dari LSM LESTARI INDONESIA, 12 orang dr LSM PUNOKAWAN, dan 0 orang dari LSM LINGKAR. Kali ini banyak orang yang bisa doajak kerjasam tapi resikonya ya harus beneran nih kerjaannya. La kalau 'nyleneh' bakal kesorot sama yang lain. Bahkan katanya sih TNI dan POLRI juga turut terlibat sebagai pemantaunya. Hwiiihhh.... seyeeemmm kan.
Yah... semoga aku kelak dapat melaksanakan tugas dan kewajibanku sampai selesai dengan baik.
Nah... yang bikin repotnya itu, harusnya program ini sudah diselenggarakan 2 bulan yang lalu. Tangga; 25 Desember 204 merupakan dead line penulisan laporan. Kalau melebihi tanggal itu, seluruh anggaran yang diajukan bakalan hangus semuanya. Jadinya kerjaan yang harusnya dikerjakan selama 5 bulan, sekarang harus dikebut dalam waktu 2 bulan efektif. Padahal biasanya saat bulan� seperti ini, kegiatan di pedesaan dilaksanakan setelah Lebaran yang jatuhnya November besok.
Itu baru yang di Bantul.
Padahal yang di Kebumen sama saja, Desember sudah harus tutup buku. Semua laporan juga harus beres d Bulan Desember padahal Mas Dewata bilang kalau kwitansi yang kemarin banyak yang salah. Yang artinya... ngulang lagi di awal.

Uhukksss�... siap� nglembuuurrr deh. Hmmm... aku wes sui iso nahan ra ngopi. Huhuhuhu... untuk besok mudah�an ndak dopingan lagi hehehe...

Saturday, October 16, 2004

Gratis SMS sesama pelanggan Telkomsel

Di dalam lift <
"Sek to... aku gek bingungmeh balesi sms'e"
"Ngko wae lah... gratis we"
Satunya lagi nyeletuk " Iya ya, gratisan. Sayangnya simpatiku sudah gak aktif"
Begitu keluar dari lift, kulirik pria yang dari tadi nemenin aku di TP. "Moso sih gratis tenan. Jajal ah" sambil nekan� hp di genggamanku. Tapi ndak diterusin keinginan coba�nya. Takutnya itu cuma gosip dan ntar malah cadangan pulsaku makin nipis :� hehehe... gi peliitt :D
Lagi pula setelah itu kami bertujuan utk ke warnet salah satu temen yang letakknya di pinggiran kota. Agak jauh sih, tapi untung gak pake acara nyasar segala. Sekitar jam 3 sore aku sudah sampai rumah. Sampai di rumah, pas lagi rebahan... teringat percakapan di lift siang tadi.

"Wi.. pie kabarmu? Tadi aku lihat pengumuman di TP, ada panggilan lagi lho. Kamu dah sampai mana nih?"
"Wah aku kok jadi tambah males ya. Bantuin dong... gimana nih Wie?"
"Jangan males dong, ayo semangat. Tadi aku juga ketemu Oni. Dia mo nyebar kuis tp belum dapat ACC trus dibantuin sama Pak Didik. Semangat ya.. asal kamu mau ngerjain, pasti ada yang bisa bantuin kok."
"Iya yah... aku coba semangat lagi. Bantuin ya Wie..."
bip...bip...bip...

"Yo rpp kok. Ya begitu lah nek dagang. E Wie.. dah tau belum sms antar telkomsel gratsi 30sms/hari tp aku gak tau sampe kapan. Hari ini aku coba gratis"
"Owalah... 30sms/hari to. Aku juga baru tau hari ini tp tak pikir gur simpati tok, ternyata kabeh telkomsel to"
bip...bip...bip..

"Ok deh. Eh btw...antar telkomsel gratis sms to. Telpon juga gak yah :�"
"Iyah bener, enak banget gitu loh. Kalau telpon juga gratis aku sudah langsung telpon ke NTT hehehe..."
bip...bip...bip...

Semoga saja bukan kayak yang pernah terjadi sama Satelindo waktu kebobolan dulu.

Monday, October 11, 2004

Ndak Sendirian Lagi



Untuk pertama kalinya aku diantar turun lokasi. Sebenarnya kasihan juga sama yang nganterin, ini medan terberat yang pernah dilaluinya. Jadi begitu sampai Dukuh Legok langsung teler :�~ trus bobok di kamar. Huhuhu... po iso bobok tenana kae, padahal di luar sedang ada rapat.

Hari juga pertama kalinya aku mengikuti rapat bulanan dengan para anggota, pengurus serta petugas penyuluh di kelompok. Meskipun di saat hari� biasa sudah bisa ngobrol akrab dengan mereka tapi pas pertemuan tadi kok ya deg�an. Apalagi pas sessy perkenalan. Duh kok ya dag-dig-dug. Ternyata pengalaman pertama itu memang sering kali bikin sport jantung dulu. Moga-moga untuk yang besok-besok aku sudah bisa lebih tenang.

Tapi mungkin juga karena partner�ku tidak datang. Sempat juga kelabakan pas diminta untuk ngisi acara. Bingung aku mo diisi apaan. La tugasku kan pembinaan kelembagaan, bukan teknis pelaksanaan. Sedangkan yang hadir saat itu kebanyakan anggota yang lebih mengharapkan informasi tentang teknik pelaksanaan dari pada teori kelembagaan. Jadi pas sessy pembinaan untuk wanatani aku tidak bisa ngasih pembinaan. Tapi puji Tuhan, untungnya ada peneyelamat. Salah satu ibu penyuluh disitu ternyata sudah bertemu dengan penyuluh partnerku yang saat ini sedang di Jogja. Huhuhu... pie kui jal, aku sudah ke Kebumen eh.. dianya malah ke Jogja. Si ibu bisa sedikit kasih masukan dan akhirnya semua dapat berjalan dengan lancar sampai selesai. Begitu pertemuan selesai sekitar jam 1 siang, kami sidah bisa balik ke Jogja.

Makasih banget untuk yang sudah nganterin dan nemenin hari ini. Dibela�in sampe pegawainya yang jaga siang ndak digantiin pas istirahat siang. La pas jam istirahat kui she neng dalan jhe. Maaf ya Mbak : ) bos�mu tak silih mau.

Ndak perlu dipijitin :�~ dengan ditemani saja sudah bisa ngurangi rasa capekku kok hehehe.. thx 4 all.

Sunday, October 10, 2004

Selamat Menempuh Hidup Baru



Untuk salah satu sahabatku... Dewi Pujiastuti.

Semoga hari ini menjadi gerbang awal untuk meraih asa dan harapanmu yang belum terkabulkan. Amin

Friday, October 08, 2004

Kebiasaan Buruk



Ternyata kebiasaan tidur sampai terlalu malam ato dini hari berdampak buruk buatku. Secara ndak sengaja telah mempengaruhiku untuk memiliki kebiasaan minum kopi. Yah... memang bukan kopi hitam yang pekat itu. Biasanya aku minum kopi bentuk instant mix. Namun ternyata sama saja, bisa menyebabkan kecanduan.

Sejak pertama kali mendapatkan tawaran turun ke lokasi, aku menjadi jarang minum kopi lagi. Bukan hanya jarang tetapi bisa dibilang tidak pernah lagi minum kopi. Sampai hari rabu yang lalu!!!

Hari Rabu kemarin kepalaku sakit sekali. Memang beberapa hari ini sakit kepala datang dan pergi terus. Tapi Rabu kemarin puncaknya. Kucoba cari� obat di seluruh ruangan tapi tidak ketemu satupun butir obat. Saat itu sedang di lokasi yang jauh dari warung/toko bahkan tetangga. Akhirnya ingat ada 2 sachet GoodDay Moccacino di dalam tasku. Langsung dibikin dan diminum. Ternyata sekitar 5 menitan sakit kepalaku berkurang.

Nih tadi pagi juga gitu. Tiba� sakit kepalanya nyerang lagi. Setelah minum kopi, sakitnya berkurang

Aku jadi sadar... bul'e kepalaku ketagihan kafein :( hikkss...

Uuuh... iso mari rak yohh

Thursday, October 07, 2004

Rencana Tidak Berjalan Dengan Mulus



Jam 7 pagi Pak Mislam sudah datang di rumah Pak Hasan, tempat aku mondok. Memang pagi ini kami berencana akan ke kota utk melengkapi tanda tangan kemudian langsung ke Jogja. Tapi ditengah jalan ada sms dari Pak Sehadi, yang akan kami mintai cap & tanda tangan. Beliau sedang ada rapat dan baru bisa melayani kami di atas jam 2. Oleh karena itu rencana ke kota dibatalkan dan kami langsung menuju Jogja.

Penumpang pagi itu tidak banyak, jadinya bus berhenti setiap ada terminal. Ngetem'nya lama tapi tetep saja penumpangnya dikit. Maklumlah, masih terlalu pagi dan bukan hari libur. Sekitar jam 11 kami tiba di Dinas Kehutanan di Gedong Kuning. Mas Dewata sudah datang lebih dulu tapi sedang ada rapat di atas. Katanya sih ada Irjen dari Jakarta. Yaaah... sekedar formalitas ikut pertemuan dan pembekalan dari Irjen. Padahal sebenarnya bahan pembekalannya ya itu� aja sih. Tapi yang namanya berurusan sama Dinas ya mesti gitu.


Dikarenakan ada tamu itu, makanya kami nunggu agak lama di situ. Jam 12 lewat baru ditemui oleh bendahara Proyeknya. Tapi sayang...

Tidak berjalan sesuai rencana kami. Bapak itu bilang kalau dananya sudah dikembalikan ke atas dan saat ini dia sedang tidak memegang dana utk dibayarkan ke Pak Mislam. Aku jadi kasihan sama pak Mislam. Sudah jauh-jauh datang tapi tidak mendapatkan hasil. Akhirnya harus kembali dengan tangan kosong.



Sebenarnya gpp juga sih. Sejak dari awal Pak Mislam sudah merasa kalau hari ini tidak selancar perkiraan kami. Bahkan katanya yang tahun lalu, dia harus bolak-balik 4 kali sampai dananya turun. Dan lagi, kalau dipikir-pikir ndak rugi� amat sih. Karena nanti setelah dana cair, biasanya ongkos bolak-balik dll akan ditukar dengan uang. Menurutku cukup sebanding, bahkan bisa dikatakan menguntungkan.

Bagaimana tidak!!

Untuk mencairkan dana tersebut ada hal� tertentu yang harus dimanipulasi. Beberapa data/informasi diperoleh dengan cara yang sebenarnya menyimpang dari prosedur sesungguhnya. Dan salah satu tugasku adalah membantu mereka (kelompok red.) untuk memanipulasi data� tsb. Yupp... naif memang. Aku sadar kalau manipulasi itu tidak baik. Tetapi disaat kita berhadapan dengan kondisi langsung di lapangan, kemana idealisme yang dulu pernah kita pegang dan yakini disaat measih mengenyam pendidikan tinggi. Kenyataan sering kali membuat idealisme menjadi luntur. Sesuatu yang kita yakini salah pun menjadi jalan keluar untuk mempeoleh pemenuhan kebutuhan. Memang di saat seperti ini, kita mendapat sebuah ujian yang bagus. Namun sayangnya... aku merasa gagal melalui ujian ini.


Presiden terpilih merencanakan sebuah program yang bisa dibilang terobosan besar (janjinyaa sih gitu :�~) Dalam 100 hari akan dipimpinnya langsung pemberantasan KKN di Indonesia. Huhuhu... akankah aku juga ikut terciduk :�~

We'll c....

Hanya satu yang saat ini terlintas di kepalaku. Milyar'an rupiah jatuh ke tangan koruptor di negri ini. Apalah arti beberapa juta rupiah untuk sekelompok penduduk desa yang benar� membutuhkan uang itu untuk bertahan hidup.

Sunday, October 03, 2004

Hari Sabtu kemarin Dewi Lmpygn datang. Sudah lama kami tidak ngobrol panjang lebar lagi. Banyak yang kami bicarakan kemarin, terutama tentang rencana pernikahannya minggu depan. Yah... meskipun aku sudah tau kalau dia punya rencana menikah dalam waktu dekat ini, tetapi begitu tahu pernikahannya tanggal 10 Oktober besok itu. Jujur saja aku kaget. Aku dengar pertama kali dari ibuku. Jumat kemarin begitu sampai di rumah, ibu banyak cerita ttg Dewi dan rencana pernikahannya.

Temanku sebentar lagi akan memasuki sebuah pintu baru dalam kehidupannya. Mengarungi bahtera rumah tangga bersama pria yang dipercayakan sebagai pegangan hidup selanjutnya. Semoga semua akan berjalan dengan lancar sampai pd saatnya nanti.


Nantinya Dewi bukan lagi sebagai temanku, tetapi dia juga akan menjadi bagian dari keluargaku karena pria yang akan dinikahinya adalah adik ibuku. Huhuhuhuhu... temanku kelak akan jadi tanteku :�~

Yahh... siapa yang bisa menebak kehidupan kita di masa depan. Tidak ada orang yang tau pasti akan jadi apa/siapa kita kelak. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya dengan baik.



Sampai saat ini ketikanku belum selesai semua, padahal hari senin depan aku berencana untuk kembali ke lokasi. Sabtu malam sempat ke tempat Mas Dewata lagi utk nanyain no anggarannya yang sekarang. Tapi di sana malah dapat kerjaan baru lagi. Aku diminta membuat daftar hadir pertemuan rutin bulanan dari bulan Maret yang lalu. Berarti harus rekapan lagi laporan di lapangan dari Maret. Dan lagi rencananya hari selasa depan Mas Dewata mau ngajukin utk proyek di Kabupaten Bantul bagian barat. Ada 10 tenaga pendamping di lapangan yang rencananya akan terlibat, termasuk aku. Karena masih banyak waktuku yang longgar, aku terima tawarannya itu. Jadi mungkin Oktober ini ada 2 lokasi yang aku pegang.

Cuma bedanya, yang di Bantul ini aku harus mulai dari awal. Bakalan lebih banyak laporan dan pendampingan yang harus dilakukan dari pada yang di Kebumen. Yang di Kebumen ini kan sudah masuk tahun kedua pendampingan, jadi tugasku lebih ringan karena cuma nerusin program yang sudah ada setahun yang lalu.

Semoga saja bisa dikerjakan dengan baik.


Friday, October 01, 2004

Back To Jogja



Balik lagi deh ke Jogja. Ternyata perjalanan naik bis umum beda banget sama naik motor kemarin. Ni tadi aku dari desa jam 10 dan sampai di Jogja baru jam 1/2 dua siang. Hwih... sampai 3,5 jam.

Balik ini rencananya mau ngetik laporan untuk mencairkan dana proyek. Di lokasi hanya ada mesin ketik manual, itupun di balai desa yang letaknya lumayan jauh. Kwitansi� harus dikopi 4 rangkap dan fotokopian terdekat di Prembun yang lebih jauh lagi. Bener� pelosoknya Jawa. Dulu masa KKN aku dapat desa yang cenderung berubah jadi kota. Tapi lokasi kerja yang ini bener� desa.

Ada beberapa hal baru yang aku dapat selama di lokasi :

1) Ngomongnya ndak perlu sopan� dan pelan� karena kalau pelan, suaranya malah kebawa angin gunung yang keras dan nggak kedengeran. Alias... ngomongnya teriak�!!!

2) Ndak boleh sembarangan janji, kalau tidak benar� yakin bisa menepati janji itu. Penduduk desa kebanyakan orang yang lugu�, mereka cenderung menerima perkataan orang secara mentah�. Sedikit berjanji, sudah pasti akan diterima sebagai janji dan dinanti� penepatan janjinya.

3) Bagi yang doyan makan/minum... sedikit ditahan!!! Mengingat sulitnya menemukan kamar mandi/WC/Toilet dsb... Mau pi�z ya cari tempat sendiri di pekarangan, dan kalau mo nge'pup harus gali lubang sendiri. Mo mandi??!! Ada sih sedikit airnya, tapi sama aja... harus sambil celingukan ke atas, bawah, kanan atau kiri lereng... yah... siapa tau ada orang lewat.

Huhuhuhu... serasa kembali ke tempo doeloe saja. Tapi memang itu kenyataannya, di Jawa... daerah yang jadi primadona orang� untuk urbanisasi, masih ada lokasi seperti itu.

4) Yang keempat... aku jadi punya nama baru... yaitu Rika :�~ Hehehe... kalau pangil kamu kan rika.



Monday, September 27, 2004

Puegeel



Pegel semua badanku, gara-gara sepanjang siang bolak-balik Jogja-Kebumen. Rencananya hari ini aku sudah tinggal di desa Sidototo, tapi berhubung bapak yg punya rumah sedang ada studi banding di daerah lain, makanya ditunda sampai hari Rabu depan.


Desa Sidototo, salah satu desa di Kebumen yang dapat bagian di pegunungan. Tanahnya merah, yang secara teoritis tanah merah adalah tanah yang subur. Tapi sayang karena terletak di gunung yang kering, semua hasil tanaman/tani sangat tergantung dengan air hujan. Desa itu tidak dilalui oleh sungai. Sungai terdekat letaknya sangat jauh dan harus ditempuh dengan jalan kaki menyusuri jurang batas desa. Tanaman tidak bisa tumbuh subur disitu. Bahkan rumput gajah yang jadi andalan makanan ternaknya pun tidak bisa bertahan hidup. Mereka harus berjalan jauh untuk mendapatkan rumput untuk makanan ternak.


Saat pertama kali sampai di desa itu, aku langsung teringat di Wonosari tempat kelahiran Mbah�ku dahulu dan sekarang telah menjadi tempat peristirahatannya yang terakhir di dunia ini. Tanah yang merah dan pecah-pecah disaat musim kemarau panjang.

Warga desa lebih memilih air yang ada untuk minuman ternaknya dari pada untuk mandi manusia. Tetapi hebatnya, sampai sekarang penduduk desa itu masih tetap bisa bertahan hidup. Salah satu anugerah dari Yang Kuasa. Kemampuan bertahan hidup bahkan pada kondisi yang berat seperti itu.


Aku berpikir sendiri, sangkupkah aku bertahan seperti mereka. Hari rabu nanti rencananya aku ditemani Mas Dewata akan ke sana lagi. Setelah itu, semuanya tergantung padaku. Aku sanggup tinggal bersama penduduk di situ atau memilih untuk kembali ke Jogja hehehe...

Kalau memilih enaknya sih, jelas saja aku akan memilih kembali ke Jogja di bawah lindungan kedua orang tuaku, bersama saudara-saudaraku, dan dekat dengan orang-orang yang menyayangiku uhukkss�...

Yah... kita lihat saja nanti.

Sunday, September 26, 2004

Huhuhuhu....

Dari tadi meh aplod file gagal terus. Sek salah apane sih, disketku atau drive floppy A'ne :( Ya wes lah... aplodnya besok� aja.

Ternyata hari ini ada kirab 50 raja� seIndonesia di alun� kraton. Aku barusan tau dari ibu. Wah... kalau tau, mending tad liat kesana. Siang tadi malah dihabisin main di warnet, hmm... nda sepanjang siang sih, dari jam 3an sampe jam 6. Tadi kok rasane rada aneh, rasane meh pisahan wae. Padahal kan rencananya besok ndak pergi lama, paling hanya beberapa hari trus balik lagi ke Jogja. Tapi kok rasane kayak meh pisahan dan jauh�an.

Semoga saja buka firasat apa�. Semoga semua dapat berjalan dengan baik. Semoga...

Yah... semoga baik� saja

Friday, September 24, 2004

Belanja Tahap II



Pagi jam 9an ada 2 orang tamu datang ke rumah. Mas Dewata dan Mbak Wuri (istrinya). Sudah beberapa kali aku mendengar tentang Mbak Wuri ini, tapi baru sekali ini ketemu langsung dengan orangnya. Mbak Wuri satu almamater denganku, tapi dia 4 tahun di atasku dan berasal dari jurusan Mekanisasi yang lintas jurusan ke TPHP di S2�nya.


Ceritanya Mas Dewata menawari kerjaan untuk membina sebuah Wanatani binaannya di daerah Kebumen-Jateng. Wanatani itu baru berdiri setahun yang lalu atas prakarsanya dan Mas Indraloka (sebagai tenaga lapangan) yang juga sealmamaterku. Karena kesibukan Pemilu kemarin, pembinaannya sempat tertunda dan saat ini akan dimulai kembali. Aku diminta untuk membantunya sebagai tenaga lapangan yang ditugaskan langsung di lapangan (desa Sidototo) untuk membina Wanatani secara kelembagaan.
Yah... mumpung sekarang belum ada kesibukan dan masih nunggu-nunggu panggilan (huhuhuhu� semoga saja ada yang mau manggil), aku terima saja tawarannya. Sepakat, mulai hari senin aku sudah turun lapangan.


Setelah kedua tamuku pulang, aku cepet-cepet beresin kerjaan di warung ibu. Trus ke Ps. Beringharjo. Inget pesenan temen di Bangka yang belum diberesin. Beli daster, setelan batik, sandal dan juga tas. Ini belanjaku tahap kedua, karena sebelumnya aku sudah belanja sama ibu beli beberapa daster dan setelan batik.

Semoga saja bisnisnya lancar.. amien.

Tuesday, September 21, 2004

Sabtu 18 September 2004

Rame�....


Siang hari rencanaku ke kampus utk masukin slip ke Pak Kun utk buat transkrip nilai titipan Tina & Mbak Dien yang kemarin, tapi sayangnya berangkatnya kesiangan jadi TU sudah tutup. Baliknya mampir sebentar di warnet, tapi lagi setengah jam nge'net tiba� ada telpon dari sodara di Malang. Katanya mereka sedang dalam perjalannya ke Jogja, kemungkinan malam jam 8 sudah sampai di Jogja. Memang sih sebelumnya saudaraku ini (adik ibu yg di Batam) sedang balik ke Jawa tapi mereka ke Malang dulu, tempat keluarga besar istrinya. Jadi sekarang ke Jogjanya ngajak keluarga Malang sekitar 9 orang. Setelah beres buka� dan baca�nya, aku pulang utk cepet� kasih kabar ke ibu krn rencananya tamunya mau bermalam di rumah dulu. Hwiiihhh... kebayang kebak'e rumahku nanti. Wes cilik nggon'e... tamune akeh :�

Dan ternyata emang bener, malamnya mereka semua sudah tiba di Jogja. Beneran rame dan rumah jadi penuh. Gpp sih krn kebetulan warung sudah tutup dan besok libur gak jualan. Trus... lagi tengah� melayani tamu... tiba� ada sms dari Yus 'A Hui' yang bilang dia sedang dalam perjalanan ke Jogja juga dan kemungkinan besok pagi� sudah sampai. Hwiiihhh.... barengan pada ke Jogja, ditambah lagi besok juga ada janjian ketemu sama Tina di Balairung. Tina juga mau datang dari Klaten. Yah... memanfaatkan libur pemilu yang sampai 3 hari, jadi dipakai utk jalan�. Besok reuni'an deh.

Malamnya tamu� itu jalan ke Malioboro, untung aja rumah dekat sama Malioboro jadi jalan kaki aja bisa. Kalau mau pakai kendaraan malah susah sih, malam minggu jalan Malioboro pastinya bakal padat dan antri lewatnya bisa kalah cepat dibanding orang jalan kaki :�

Aku juga ikutan jalan�... tapi ndak ke Malioboro, karena sebelum sampai Malioboro malah berubah haluan dulu di jalanan setapak naik menuju jembatan Kewek. Sering banget lewat jalan besarnya, tapi baru sekali ini lewat jalanan setapak itu. Sampai di atas duduk� dan ngobrol lama di situ. Asik juga tempatnya buat ngobrol� sampai kelamaan, padahal rencana'e tadi mau datang ke tempatku sebentar trus pamit pulang.... gara� merasa sebel pas tadi ngobrol siang hari :� Semoga sebelnya cepet ilang.


Minggu 19 September 2004

Reuni


Meskipun hari minggu, terpaksa harus bangun pagi� juga :( harus belanja dulu di pasar karena lagi banyak tamu. Udaranya saja masih dingin tapi tetep harus ke pasar. Pulang dari pasar ternyata di rumah tamunya sudah tambah satu lagi. Ternyata Yus sudah datang. Huaaa.... belum mandi langsung cium pipi kiri-kanan... trus berpeeeluuuukan... hehehe... kayak Teletubies. Spontan deh langsung kangen�an dan cerita� ttg semua yg terjadi selama 2,5 tahunan ini. Saking asiknya cerita� sampai hampir lupa kalau siang ini ada janjian sama Tina Noi. Kami mandi kilat trus meluncuuur ke Balairung, sampai di sana si Tina sudah nungguin. Ngobrol� sebentar di Balairung trus sepakat meh ke Sagan, pengen kasih surprice ke Dewi Clau.

Tapi....

Bukannya Dewi yang dapat surprice... malah Yus & Tina yg dapat kejutan. Masih di depan pintu gerbang aku kasih tau ke mereka kalau kamarnya Dewi itu kamar paling ujung, mereka masuk ke kamar ujung minus satu... alias kamar ke 2 dari ujung, belum sampai kamar paling ujung. Begitu liat orang di dalamnya langsung pada kaget.... di dalam kamar itu ternyata ada 2 org co'ce yang sedang -*SensoR*- uhukss�...rencananya kasih surprise tapi malah kena surprice sendiri. Akhirnya aku ikut masuk utk nunjukin kamar Dewi yg bener. Dewinya lagi mandi jadi kami masuk aja langsung ke dalam kamar. Bikin kejutannya cukup berhasil... begitu selesai mandi dan masuk kamar, dia terkejut melihat kami di kamarnya. Tadi paginya sempat sms'an sama Dewi seolah� Yus masih ada di Jakarta jadi Dewi sama sekali ndak nyangka kalau orgnya sudah ada di Jogja.

Ngobrol�nya diterusin sampai sore hari dan kami memutuskan utk jalan� di Malioboro sekalian nanti baliknya meh ke angkringan Pak Man. Jan... si Yus kae... jauh� dari Jakarta ke Jogja malah kangennya sama angkringan. Di angkringan ndak terasa sampai jam 1/2 sebelas malam. Huhuhuhu..... kemalaman mainnya padahal rencananya masih mau ke Teater cari vcd. Untung Teater buka sampai jam 12 malam, jadi masih ada waktu nyewa film. Nggak tanggung� sih, langsung sewa 6 vcd :� tapi karena saking malamnya, yang sempat ditonton baru satu "Garfield the Movie". Malamnya kami berempat nginep di kost Dewi Sagan. Capek juga hari ini....


Senin 20 September 2004

Coblosan


Pagi jam 6 aku pamitan dulu balik ke rumah karena hari ini coblosan Pemilihan Presiden tahap ke2. Seperti kemarin�, diminta tolong untuk nyaksiin pelaksanaan pemilu di TPS 06 yg lokasinya di GKS Widyamandala. Sebelum jam 7 sudah harus tiba, jadi aku pulang duluan. Di sana cuma ada 2 saksi, ya jelas wae... yang dipilih cuma 2 kubu kok ya :)~ Wakil satunya lagi anak Manajemen UPN, untung wae anaknya asik diajak ngobrol. Jadi selama menyaksikan pemilu di situ gak terasa bosen� banget. Jam 1an pas meh perhitungan suara baru deh ada yang datang nemenin aku lagi. Perhitungan'nya lumayan cepet, disamping udah ada pengalaman dari 2 kali pemilu sebelumnya, skg yang dipilih juga cuma 2 jadi ndak repot isi� form yg rangkap�. Huhuhuhu... urusan sama pemerintah kih mesti isiannya berangkap� sampe pengel tanda tangan. Syukurlah akhirnya semua berjalan dengan tertib dan aman. Semoga saja Pemilu kali ini benar� menjadi pintu gerbang tegaknya demokrasi baru di Indonesia. Siapapun presiden terpilih semoga dapat mengantar rakyat Indonesia kepada kehidupan yang lebih baik ... Merdeka!!! hehehe.... malah kayak orasi. Yah... siapapun presiden terpilih semoga bisa kasih aku kerjaan yg lebih baik :�~ itu sih yang paling penting.

Thursday, September 16, 2004

Pagi� sebelum berangkat belanja aku sempatin nanya ke Tina ttg bisnis tawarannya Yanti. Trus langsung di jawab Tina tertarik ikutan. Sore nanti habis dia Pelatihan rencananya mau ketemuan. Ya wes... cepet� belanja dan cepet� beresin gaweanku. Eeh... baru jam 12 udah di sms Tina utk ke Gedung Pusat, katanya lagi pengen bolos pelatihan.. boring jare. Ya wes... pamit keluar trus ke Gedung Pusat. Jam 1/2 satu tet aku sampe sana... bul'e Tine'ne belum ada. Trus liat papan pengumuman yg biasanya ditempelin lowongan pekerjaan. Yaah... kali� aja ada lowongan baru, dan ternyata memang ada beberapa lowongan baru. Pas lagi asik nyatet�, satu per satu teman� pada berdatangan... adik kelas - teman seangkatan - kakak kelas di kampus dulu. Hwiiihhh... tumben kih rame *batinku*

Ternyata... hari ini ada tes tahap I di ... duh lupa aku, pokoknya produsen coklat. Ternyata yang pada datang itu ada yang mau ikut tes, yang lainnya pada bolos pelatihan. Didils kabeh... wes kuliah gratis, seh dibayar... masih juga bolos :�

Aku belum pernah ikut pelatihan'e sih, jadi ya belum bisa bayangin ke'boringan mereka. Skg sih cuma bisa ngece le mbolosan :)~

Sayang sih telat, pengen sih ikut... lumayan jhe dapatnya. Sebulan dapat Rp 600rb ... di Jogja ... wes di atas UMR to. Hmmm... besok� kalau ada kesempatan moga� bisa ikut :�


BTW... Tina tetep tertarik ikut dan rencananya besok minggu kita mo nge'date lagi :)~ Sekalian liat� barang di pasar kaget.
Sekarang lagi bingung nih di warnet nungguin yang mau kesini... huhuhuhu... sui.

Sunday, September 12, 2004

Akhirnya... bisa juga gambarnya dimasukin di fotopages. Gara� penasaran liat fotopages fav yang di title'nya ada gambarnya. Dari awal aplod dulu juga sudah penasaran tapi dulu kan pas lagi sibuk�nya nyelesein report... hueeehh :D~ gaya ah.
Kalau pun dulu aku mau nanya�, sebenarnya ada juga yang bisa membantu memberi jawaban. Tapi karena malu bertanya.. ya udah.. berjalan-jalan deh :�

Bukan malu sih, cuma belum tepat saja waktunya.

Sekarang kalau lagi buka� ato brosing sudah lebih nyantai dari kemarin�. Bebannya sedikit berkurang jadi lebih nyantai juga untuk coba ini-itu. Fotopages'nya salah satu korbannya :�~ korban tes keusilan dan pemenuhan rasa penasaranku. Ndak cuma fotopages sih, tapi semua lembar� site yang bisa ataupun pernah kuposting sebenarnya adalah sebuah bentuk luapan ekspresi dan pelampiasan rasa keingintahuanku. Woohh.. pelampiasan... kesannya berkonotasi negatif. Whatever lah... intinya begitu.

Namun sayangnya sampai saat ini, masih saja aku merasa kurang dan selalu kurang. Masih banyak yang harus dipelajari...

Friday, September 10, 2004

Ketemu Teman Lama



Siang tadi sebenarnya mau ambil surat di t4 Pak Hardi tapi ternyata suratnya belum bisa dipakai kalau belum di cap. Karena hari jumat jadinya kantor TU sudah tutup... yah... terpaksa ditunda deh. Pas mau pulang mampir dulu di dolpin untuk memastikan harga copy CD, ternyata bener Rp 2000,- trus OL sekalian dari dolpin.

Kebetulan pas lagi OL ada teman lama yang OL. Teman lama yang sudah luamaa... ngilang. Ngakunya sih sengaja ngilang, tapi palingo gek sibuk gbt dewe :� Ya kan Wok.

Ngobrol ngalor ngidul di chat hampir sejam'an. Pas meh balik, sempat aku bilang kalau lewat Kobar mampir ke tempatku. Ehhh...bul'e... tadi datang beneran. Datang'e jam 7an pas aku seh bobo' Wew... kok ya pas aku bobo' lho, jadi kesane cah keset jam 7 wes bobo' padahal asline kan aku.... hehehe.. cen keset sih :�

Sambil ngucek� mata tak perhatiin orang tinggi kurus item itu... hehehe... rada pangling aku. Dulu kiyut jhe... kok lama ndak ketemu malah tambah gosong :� Dan ternyata.... ingatanku masih bagus... kukenal orang itu sebagai Wowok alias The Doors si pintu. Jadi semalam ngobrol panjang lebar ma dia.

Seneng juga kalau ketemu teman lama. Uhuukkss�... jadi kangen sama teman� yang lain kih. Kapan yo iso ketemu lagi sama mereka

Thursday, September 09, 2004

Ternyata bikin surat keterangan di tempat Pak Hardi lebih cepat dari bapak� yang lain. Padahal beliau kepala TU'nya. Tadi cuma disuruh ngisi biodata dan alasan saja trus besok pagi suruh cek lagi. Untung cepat, soale besok kan deadline'e.

Karena ndak ada urusan yang lain trus ke malioboro saja, rencananya meh ngambil hasil cetakan di photo box kemarin tapi hiksss... belum jadi. Kata mbak'e jam 8 malam baru jadi. Hwiihh.. ra teliti ngamati kwitansinya, jadi ndak lihat disitu sudah tertulis jam 20:00

Dari malioboro akhirnya ke Fortuna, siangnya Aji dinas sejam :� Sekalian meh pinjam kibot. Kibot di rumah eror kayak'e. Dari kemarin dijajal terus ndak isa� juga, trus ada yang nawarin minjemin kibot'nya hehehe.. ya diterima aja toh. Katanya ada 3 kibot nganggur sih jadi aku bisa pake dengan perasaan tenang dan gak was� (hwih.. kaya apaan wae). Aku pulang'e kesorean, sampe bunderan UGM gak dapat bis jalur 2. Hmmm... tepatnya aku yang males nunggu bisnya :� trus jalan kaki pelan�. Itung� reuni jaman susah dulu.. uhuukksss... La dulu pas belum ada motor sering jalan kaki sampe rumah sih. Jadinya sampe rumah jam 7 deh. Sempat istirahat sebentar di rumah sambil coba kibot pinjemannya.. dan ternyata Berhasil!!!! Hmmm.. berarti kibotku cen rusak kih, huuhuhuu... padahal seh termasuk anyar. Setelah itu aku ingat kalau masih ada rencana yang kurang... cetak foto. Untung motor'e ndak dipake Moko jadi langsung deh bisa ke Johanes utk cetak. Tapi mampir dulu ke Malioboro. Ternyata fotonya udah jadi.... uhuhuhuhuuh... culun kih :� Pas di Jonahes sekalian aku cetak ulang untuk ukuran 6x9 yang pas dompet. Buat disimpen di dompet, kali� saja pas lagi di tengah jalan kangen uhukkss�... kan bisa langsung liat foto di dompet uppsss... hehehe...

Besok malam fotonya baru jadi, sekarang capeeekk... pegel...

Wah ternyata hari ini aku keluar terus, pantes lemes awakku. Time to sleepppp.....

Wednesday, September 08, 2004

Actiooonnnn.... ^_*



Hasil cetakan dari Photo Box sudah jadi. Komentar orang yang pertama kali lihat "Fotonya bagus tapi senyumnya kurang ceria" huhuuhuhuu.... lha nek foto ceria jadi foto gaul dong (mesti gigi'ne ketok) dan ndak pantes buat masukin lamaran. Nek nekat dipakai jangan� malah dikira ganjen :�~

Tapi lega pas dengar komentar orang kedua (ibuku sih) "Fotonya bagus kok, lebih bagus dari yang kemarin" Ahaakkss... jenenge wae ibu, mesti ngapik� anake :D~

Setelah ambil hasil cetakan di Gardena, aku ke TP. Parkiran mobil sampai depan kantin dipakai untuk stand� kayak pameran. Usut punya usut (uhukkss�...) ternyata ada menteri yang datang. Bungaran Saragih... lupa aku itu menteri pertanian atau menteri perdagangan :� Kalau pas jaman SMU dulu pasti disuruh ngapalin menteri� kabinet yang sedang berkuasa, tapi sekarang ndak ada yang nyantol di kepala lagi. Aku lihat bapak itu pas di lantai 2... ternyata ndut orangnya.

Karena ingat ada janjian di lantai 4 jadi ya aku langsung saja aku naik ke lantai 4. Tumben lift 22nya nyala semua... hehehe... jelas nuh... kan ada menteri lagi berkunjung. Kalau hari biasa pasti lift'nya gantian nyalanya. Pulangnya ke Malioboro Mall dulu. Pengen jalan� saja aja sih tapi pas lewat di PhotoBox kok ya ada godaan utk masuk juga. Uhuukkss�... ndak kuat nahan godaan utk foto� lagi trus ya masuk deh. Dua kali fotonya... padahal sudah jalan kesana-kemari. Wes lecek... jadi ndak tau deh bagus pa ndak nanti hasilnya. We'll c aja lah. Kalau bagus ya disimpen kalau jelek... yah dipakai buat nakut� burung di sawah belakang Fortuna (saran'e Aji).

Tuesday, September 07, 2004

huhuuuuu

Saturday, September 04, 2004

Hari ini rencananya mau ke TP lagi. Dewi bilang kalau tanggal 4 Pak Bambang balik ke Jogja sebentar kemudian balik lagi ke Palembang. Makanya pagi� aku coba datang ke Sambas untuk ambil jilid'an. Eh ndak taunya malah blom jadi, mbak'nya bilang baru nanti sore jadinya. Ya.. nggak jadi ke TP lah.

Kaki kananku kok jadi ngilu nih, padahal kemarin pas kena mangga ndak gitu terasa sakit. Atau mungkin karena semalam aku muter� di luar yah. Udara malam di luar kayaknya lagi ndak bagus, tiap kali keluar malam� sering banget sendi� tulang kerasa ngilu. Tapi sekarang kayak'e aku ndak akan sesering dulu lagi keluar malam :�~ (kayak wanita malam wae). Sekarang harus mulai belajar bertahan lama-lama di rumah kih.

Hari kemarin padat, pagi-siang seperti biasa... 'ngewangi ibu sek' trus siangnya ke t4 teman lama di daerah Gamping. Mamak kemarin bilang kalau temanku ini melahirkan, jadi pikirku mumpung pas ada kendaraannya dan masih dekat� waktunya ya aku jenguk dulu. Soal'e kalau nanti� takut nya temenku ini sudah masuk kerja lagi dan malah susah ngepas'in waktu pas dia di rumah. Aku ke sana ditemani Aji karena kemarin kata'nya dia ngerti daerah rumah temanku itu (aku sudah lama ndak kesana sih, jadi agak� lupa). Yah... meskipun sempat kebablasan sithik ;� tapi akhirnya sampai dengan selamat di tempat tujuan. Di sana sampai jam 3'an trus pulang karena ingat ada janjian sama Dewi Lmpy jam 4. Dan bener... pas aku sampai rumah, Dewi lagi asik ngerumpi sama ibuku. Huhuhuhu... biasa... ngerumpiin si 'itu'

Trus ke kamarku dan diterusin ngomong� berdua sampai jam 5 karena jam 1/2 enam Dewi harus masuk. Ya wes... sekalian nganter Dewi balik, aku trus ke kost Dewi satunya lagi di Sagan. Pas di rumah ndak terasa dingin, tapi pas sampai luar rumah rasanya uadeem... jadi aku pinjam jaketnya Dewi karena ndak pake jaket (ra nyongko seadem itu). Trus perjalanan diteruskan ke Fortuna... ambil angket trus nyambung ke t4 Titis. Trus balik ke Sagan dulu... trus balik ke rumah... cuci kaki.. trus bobo' hehehehe...

Itu hari kemarin... nek hari ini gimana yah?! Sabtu... malam minggu ya, ada yang ngapelin ndak yah [^_*] Hmmm... aku kok gek pengen ke malioboro ya, sudah lama ndak kesana lagi. Tapi pengen juga poto lagi.. yg berwarna, soal'e cuma punya poto hitam putih.

We'll c lah...

Friday, September 03, 2004

My first day without my lovely bike



Kemarin orang yg survei sudah datang trus permohonan kreditannya diterima. Sorenya... eh malam ding. Pas aku pulang ke rumah barangnya sudah ada. Artinya sekarang harus merelakan my lovely bike.. ihiikkss�

Meskipun dengan berat hati ya harus direlakan. Lagian aku sendiri yg ngomong dari awal nek aku nggak keberatan kalau mau diambil. My lovely bike... yang selama 6 tahun selalu setia menemaniku baik saat senang maupun sedih, bahkan pas KKN di gunung pun juga kuajak nemenin aku. Wira-wiri saat penelitian dan kenangan� indah lainya bersama teman�, keluarga maupun orang� yang dekat denganku. Yah... itulah, di dunia ini tidak ada yang abadi uhukkss�...



There is a time for everything because for everything there's season.

A time to be born and a time to die

A time to weep and a time to laugh

A time to mourn and a time to dance

A time to seek and a time to lose

HE has made everything is beautiful in it's time... also

HE has put eternity into man's mind


Monday, August 30, 2004

Yudisium



Jam 7 pagi gasik datang ke TP. Ndak ada perlu penting pagi� datang sih, karena cuma untuk lihat pengumuman. Dan... ternyata Yudisiumnya hari ini jam 9 pagi, pakai baju putih lengan panjang berkerah bawahan hitam. Padahal aku ndak punya baju putih berkerah yg lengan panjang. Lalu cepat� pulang nyari di rumah, adanya bajunya Bapak yang jelas� kegedean di badanku. Satunya lagi seragamnya Moko yang mendingan lebih kecil. Karena seragam SMU pastinya ada begde'nya, jadinya ya di'tetel' dulu baru dipakai. Trus pakai rok 2/3 hitam. Huhuhu.. serasa masa OPSPEK dulu pake baju putih item gitu. Acaranya agak molor... hmmm... tepatnya molor banget sih karena jam 11an baru mulai, padahal jadwalnya jam 9 sudah mulai. Syukurlah semua berjalan dengan lancar dan baik.



Karena Yudisium bulan ini adl Yudisium susulan maka peserta Yudisiumnya ndak gitu banyak. TIP aja cuma 7 orang, dan aku satu�nya cewe yg dari TIP :D Yang lainnya ndak apal ada berapa orang. Selama Yudisium tadi ndak ada yg nungguin selain satu orang co :D~ Satu�nya penunggu Yudisium di situ, dan kebetulan sekali yang ditungguin aku uhukkss�...

Setelah selesai semua trus balik. Sudah lama naik motor ndak pakai rok, eh... pas tadi itu rasanya pegel juga. Ternyata... mesti latihan lagi pake rok biar terbiasa :D

Sekarang saatnya menjalani hari� kembali...



Saturday, August 28, 2004

Aku jadi jahat kih



Hari ini aku bertemu teman lama. Pas lagi duduk� sama Dewi Clau di samping lift lantai 1 (padahal duduknya mojok lho, tapi kok ya kliatan juga), temanku (cewek lho :)~ ) yang mau naik ke lantai 2 lewat tangga lihat kami dari atas. Habis dia ngurus keperluannya di lantai 2 trus ikut gabung sama kami di bawah.

Ceritanya dia itu baru pulang dari kampung halamannya di Medan. Skg lagi mo ngurus registrasi utk aktif kembali buat ngejak Jatek & Skripsi'nya. Trus dia minta tolong kami utk bantu� dia. Dari cerita�nya kelihatannya dia sangat butuh bantuan & dukungan teman�, dan kami pun menyanggupi akan membantunya sebisa mungkin. Lagi pula waktuku sekarang juga lebih longgar lagi, jadi bisa lah utk bantu� kalo dibutuhkan. Tapi setelah kami bicara panjang lebar dan sharing banyak hal... (ini nih yang bikin aku sempat sebel), terang� dia bilang butuh teman seangkatan sejurusan yang sama� lagi 'nyusun'... HARUS LAKI�. Pas ditanya kenapa harus laki�, dijawabnya kalau laki� lebih kuat, lebih bisa diajak kemana-mana, bisa disuruh ngetik'in, bisa disuruh nggarapi, dll. Waahh... kalau terekam kamera :� pasti kelihatan banget perubahan ekspresi wajahku dan Dewi. Terutama Dewi... dasar tuh anak mudah naik pitam... dia protes mentah� kata� si Nainggolan itu.



Setelah agak lama disitu, kami lali ke kantin tuk cari makan. Sampai di kantin obrolan juga masih diteruskan soal itu tadi. Mungkin karena bantahan� dari kami berdua akhirnya dia bilang kalau 'partner'nya nantinya akan dibayar. Alias... dia berani bayar orang utk nyelesein Skripsi'nya. La... kami kaget lagi. Nih anak mikirnya apa� bisa beres dengan uang (padahal kan....... bener sih hehehe.... )

Lagi tengah� makan, ada teman� dari GP yang ikutan gabung dan ngobrol� sama kami (2 orang cowo'), salah satunya cerita kalau skg kesibukannya bikin revisi org yang minta skripsinya dikerjain. Orgnya udah selesai pendadaran dan skg lagi nyusun revisi.

Disitu;ah... kayaknya aku jadi merasa jahat banget. Aku bisa melihat bahwa itu sebuah celah bagus untuk membalas temanku ini tadi, trus aku bilangin ke dia utk pake aja jasanya. Dan dia terpancing juga lalu mereka berdua negosiasi masalah harga. Aku dan Dewi nerusin ngobrol sama teman satunya lagi sampai akhirnya kami semua selesai makan siang. Lalu keluar bareng�...



Pas sampai di parkiran papasan sama Mas Joni trus dicegat sama mas Joni utk ngobrol sama si Nainggolan. Dia ngobrol sama Mas Joni trus aku ngobrols ama Dewi. Sempat aku dengar dia bilang "Tapi mereka berdua dukung rencanaku kok Mas"

Karena merasa kami dibawa� trus kami nyimak obrolan mereka... Jelaslah kalau temanku yang lagi dinasehati sama Mas Joni itu melimpahkan keputusan yg diambilnya kpd kami berdua. Agak sebel juga sih jadinya... anak itu udah ditolong masih juga mentungin kami :�~

Tapi aku jadi sadar juga sih, saat di kantin tadi aku kebawa emosi sampai menjerumuskan temenku sendiri. Hmmm... senin besok janjian ketemu lagi. Kalau masih bisa diperbaiki, mudah� bisa kutebus kesalahanku tadi siang.

Friday, August 27, 2004

-=Percaya Itu Indah=-



Tuhan ajar kami untuk percaya... saat kami ada dlm gelombang bimbang.

Ajar kami 'tuk percaya... juga saat kami hanyut dalam rasa takut kehilangan.

Tuhan ajar kami 'tuk tetap percaya, juga saat kami lemah & tak berdaya. Ketika cinta kami tersamar rasa cemburu... ragu... sakit & kecewa.



Tuhan ajar kami 'tuk tetap bisa mencinta, ketika saat mencinta... kami terluka.
Ajar kami untuk tetap bisa mencinta... saat kami tlah habis tenaga.

Tuhan ajar kami 'tuk tetap bisa mencinta, saat kami ditolak & ditinggalkan.

Ketika cinta kami... yang telah kami tawarkan... serasa sia�



Sebab mencinta tanpa percaya... laksana berjalan tanpa tentu arah. Buat cinta kami tumbuh karna percaya... karena PERCAYA ITU INDAH

Tuesday, August 24, 2004

Happy B'Day



Bertambah satu usiamu Ohh... semoga penuh warna

Semakin indah hatimu... berikan cinta tuk semua



Kau telah tercipta, sebagai insan istimewa

Tumbuh dalam jiwa... terus bahagia dan raih cita



Syukur tuk yang kuasa, atas beragam anugrah

Kusertakan doa Panjang umur kasih berlimpah



Ikuti hidup yang mengalir dan reguklah hingga akhir

Karna dunia terus berubah, jangan kau terlena dan goyah

Kau bertambah


Ngutip punya'e Mas Katon. May yours b'day and other day will be filled with happiness.

Saturday, August 21, 2004

Setelah melalui berbagai jalan dan menghadapi berbagai rintangan, akhirnya tiba juga di gerbang baru yang akan mengantarkanku pada sebuah tahap baru pada langkah hidupku.



Puji syukur kepada Tuhan YME atas segala rahmat dan karunianya. Atas berbagai kesempatan dan juga bantuan� yang kuterima melalui orang� di sekitarku. Hari ini... titik itu bisa tercapai juga. Hanya sebuah titik dari seluruh alur panjang, bukanlah titik akhir. Namun titik yang memberikan jeda untuk berpikir kembali dan menyusun rencana� ke depan.

Meskipun sebelumnya sempat deg�an, capek, bingung, bahkan juga sakit, tapi akhirnya bisa juga hari ini dilalui. Aku merasa belakangan ini banyak sekali keberuntungan menyertaiku.

Aku beruntung atas kesempatan� yang bisa kugunakan.

Aku juga merasa beruntung berada di sekitar orang� yang begitu baik dan peduli membantu dan mendukungku. Semua ketakutan dan kekhawatiran yang terasa seolah� pupus disaat aku berada di samping orang� itu. Ibu... Hadri - Moko - Adi... Bapak... (huhuhuu... aku sudah berani menatap matanya lagi saat bercakap�). Dewi 22'nya, Rien, Dian, Tina, Atun, Retna, Dani, Sigit dll... kebersamaan di saat� terakhir yang begitu berkesan. Dan juga Aji...

Yang selalu setia menemani disaat� senang maupun deg�an menanti nasib (hwihh... hiperbol ah :�~). Rumus� excel, komputer dan piranti lainnya, dan juga dorongan semangatnya untuk bertahan menyelesaikan semuanya. I feel so lucky to find you in my life.. uhukss�... (mudah�an ra marai Ge eR.

Kata�ku ndak akan pernah cukup untuk menggambarkan terima kasihku kepada kalian semua. Sekali lagi terima kasih semuanya....



Huaaaaa....

^_^

Aku sudah bisa sedikit tersenyum lega sekarang, meskipun masih banyak yang harus dibereskan :�~

Thnx... all....

Tuesday, August 17, 2004



Dirgahayu RI ke 59



Wednesday, August 11, 2004

Pagi� langsung terasa dingin dan pegel semua... plus pliket.

Semalam nglembur sama om�... upss... sama bapak� maksudnya. Bapak� temannya bapak'ku.

Sebenarnya ibu sudah ingetin kalau ada arisan, tapi dasar pikun kih... aku lali blas. Jadi jam 6 baru pulang. Sampai rumah kursi� sudah dikeluarkan semua, tinggal gelaran tikar. Di dapur ibu gek repot sama 4 kompor yang nyala semua. Mesakne aku liatnya, jadi begitu datang langsung cuci muka-kaki langsung 'ngewangi' ibu. Ibuku cen strong's woman :� (bangga euy sama ibu'ku), dari pagi sampai mau pagi lagi masih saja sibuk dengan kerjaannya. Semalam wae pas yang lain sudah kecapek'an trus tidur, ibu masih saja utak-atik di dapur. Seh beres� ini itu...

Uhuukkss�... besok aku bisa kuat seperti itu pa nggak yah. Arisan'nya itu arisan bapak� se'kring. Ndak banyak sih yg ikut, gak sampai 20 orang. Kata ibu biasa... bapak� cen keset nek kon mangkat arisan :�~ Bener ndak yah...

Soal'e nek dibanding'in sama arisan ibu� memang beda banget jumlahnya, bisa sampai 3 kali lipatnya.



Pagi� waktu mau berangkat, aku muter lewat stadion kridosono. DI depan STTNAS aku lihat ada orang naik sepeda. Biasanya kalau lagi di jalan, aku ndak gitu perhatian sama orang� yang ada di jalan raya. Tapi berhubung tadi jalanan masih agak sepi dan naik motornya juga pelan�, pengendara sepeda itu kuperhatikan juga. Begitu aku lihat wajahnya... langsung darah sepertinya mengalir cepat dan aku jadi merinding. Hmmm... kok ya masih begitu kalau ketemu orang itu. Padahal kejadian itu sudah lebih dari 15th yang lalu.

Meskipun dia sudah banyak berubah, badannya yg dulu kurus skg jadi tambun, berkumis dan brewokan... aku ndak mungkin lupa. Namanya juga masih ingat jelas... Aris. Sore'nya pas bantu ibu sambil ngobrol�, aku sempat nanya soal Aris itu. Kata ibu skg dia sudah kayak orang stres, sudah ndak kaya orang normal lagi. Hwiihh.. merinding aku kalau ingat orang itu. Padahal ndak ada rasa benci, sebel, dendam, marah atau yg lain... tapi kok ya tetep merinding.

Uh... cerobohku masih saja ada. Kebiasaan lali ngisi bensin. Sampai di trafick light jl. Solo dekar Galle mogok :�

Dadi dorong deh sampai ada yg jual bensin lagi. Untung ndak jauh, jadi ndak perlu kringet'an dan ngos�an.... dan... bedak nggak luntur.

Hwihh... nggaya... wong ra tau bedakan wae :D~




Sunday, August 08, 2004

Doa Yang Indah



Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.

Allah menjawab, Tidak...Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.


Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.

Allah menjawab, Tidak... Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.


Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.

Allah menjawab, Tidak... Kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.


Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.

Allah menjawab, Tidak...Aku memberimu berkat.Kebahagiaan adalah tergantung padamu.


Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.

Allah menjawab, Tidak... Penderitaan mejauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.



Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.

Allah menjawab, Tidak... Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah



Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.

Allah menjawab, Tidak... Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.



Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.

Allah menjawab.. Ahhh... akhirnya kau mengerti.


HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN

Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang

Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya

Saturday, August 07, 2004

Beberapa malam belakangan ini dingin banget. Aku biasane ndak kemulan, akhir�e jadi kerep kemulan pas bobo�. Kadang kala yo pake sweater, tapi kadung sayang ro sweater�e... jadi bukannya dipake malah gur dikeloni tok :�



Semalam pas gek tengah� bobo� aku kaget gara� ada yang ngelus� pipiku. Geli rasane, tapi karena antara sadar dan ndak sadar� ya Cuma tak usap pake tanganku dw. Eee... ndak gitu lama, pipiku dielus� lagi. Yang kedua ini kerasa banget kumisnya.
Hueeee... kok berkumis. Geli rasane dan sampe bikin aku merinding. Cepet� tak nyalain lampu dan.....
Syukurlah... bukan tikus. Sempat mikir ada tikus nakal.
Ternyata klinci�ne Hadri kelaparan dan nyari� maem. Mungkin gara�ne kalau sore aku kadang bawain maem bahkan kadang tak jak neng kamar, jadi dipikir�e kamarku ki gudang logistis makanane po yo.
Semalam ndak ada maem�an nggo klinci dan aku juga lagi males ngambil sayuran�e ibu. Adanya cuma snack talas�ku tadi, tak kasih�ke... bul�e doyan. Ya wes... snack�ku dientek�ne.

Jam � 4 aku bangun dan ndak isa tidur lagi.

Uaaadeeemm......



Tadi sampai TP jam 9, Dewi & Dian yang rencananya mau nemenin malah datangnya lebih gasik. Tadi pas aku datang kesana, masih sepi. Tapi atiku sek rame... ramenya karena deg�an. Padahal tadi yang datang ndak sampai 15 orang, tapi kok yo tetep dag-dig-dug.
Aku merasa presentasi tadi ndak berhasil. Hiksss... elek tenan kok mau. Deg�an campur isin. Kui intine... isin�e kui lho. Isin sama yang sudah jauh� datang buat nemenin aku. Dah dicoba bersikap seperti biasa, tapi dalam hati jane yo isin banget. Rumongko aku nek tadi tuh jelek banget

:(



Friday, August 06, 2004

PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN KOPI JENIS MIX
BERDASARKAN TINGKAT LOYALITAS KONSUMEN
DI DAERAH PEMASARAN KODYA YOGYAKARTA




Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pangsa pasar (market share) dari keenam merk produk kopi jenis mix yang diteliti dan mengetahui besarnya tingkat perpindahan merk yang dapat menunjukkan tingkat loyalitas dari konsumennya. Disini juga akan diketahui atribut-atribut maupun faktor-faktor lain yang menyebabkan konsumen melakukan proses perpindahan merk tersebut.



Selanjutnya informasi-informasi tersebut akan berguna dalam merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk masing-masing merk yang diteliti. Adapun keenam merk produk yang diteliti adalah Nescafe, Indocafe, Good Day, Torabika, Kapal Api dan ABC. Perhitungan dilakukan dengan Excel untuk menghitung tingkat kepentingan antar atribut yang berpengaruh dan software Quant System dengan pilihan menu Markov Process untuk mengetahui besar market share masing-masing merk pada kondisi equilibrium.



Hasil perhitungan indeks sikap terhadap atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen memberikan hasil 3,79. Ini berarti indeks sikap konsumen terhadap atribut kopi jenis mix secara umum berada dalam daerah penguasaan keempat yang artinya responden telah mengetahui dan menilai dengan baik atribut-atribut yang terdapat pada kopi jenis mix.



Perhitungan indeks sikap untuk masing-masing merk juga menunjukkan hasil yang setara yaitu berada dalam penerimaan keempat. Nescafe memiliki indeks sikap sebesar 3,62; Indocafe sebesar 3,66; Good Day dan Torabika sama-sama sebesar 3,67 sedangkan Kapal Api dan ABC masing-masing memiliki indeks sikap sebesar 3,65 dan 3,63.
Sedangkan perhitungan dengan Rantai Markov menunjukkan adanya perubahan penguasaan market share dari awal periode hingga tercapai kondisi equilibrium. Nescafe dari 32% turun menjadi 25,29% dan Indocafe dari 26% naik menjadi 28,09%. Sedangkan Kapal Api yang hanya menguasai 7% ternyata di kondisi equilibrium berhasil meningkat hingga menguasai 14,97%. Good Day sebagai salah satu produk baru diawal periode menguasai 21% mengalami penurunan hingga tinggal menguasai 12,7% saja. Torabika diawal periode menguasai 7% ternyata mampu menaikkan sedikit market sharenya hingga 10,8% sedangkan ABC cenderung stabil dengan kenaikan kecil dari 8% menjadi 8,1%.



Strategi yang tepat untuk Nescafe yang tidak lagi sebagai pemimpin pasar sejati adalah dengan meningkatkan intensitas promosi baik melalui media cetak/elektronik maupun promosi langsung di lapangan. Selain melakukan promosi, Nescafe juga dapat bermain di sektor harga dengan memberikan potongan harga khusus atau penurunan harga jualnya dipasar konsumen akhir.



Indocafe mengalami kenaikan penguasaan market share dari 26% hingga menjadi 28%. Indocafe mungkin akan sulit untuk meningkatkan market share dengan menyerang penguasa market share besar lainnya (Nescafe). Oleh karena itu strategi yang paling tepat adalah strategi bertahan dengan memperbaiki performa produknya dari pada harus menonjolkan kelebihan-kelebihannya. Penurunan harga tidak sesuai karena bisa menjadi pemicu untuk perang harga dan persaingan yang merusak.



Kapal Api unggul dalam popularitas merk dan daya tarik promosi sehingga market sharenya bisa meningkat hinga 8,57%. Dengan menguasai 14,97% market share maka bersama dengan merk Good Day, Kapal Api dapat dikategorikan sebagai penantang pasar. Namun produknya yang berupa kopi mix bukan instant kurang sesuai untuk menyerang pemimpin pasar yang memiliki produk kopi instant. Oleh karenanya strategi yang sesuai adalah dengan menyerang produk yang menguasai market share di bawahnya (dalam penelitian ini adalah merk Torabika). Penyerangan dapat dilakukan dengan diversifikasi variasi rasa dengan memanfaatkan keunggulan popularitas merk yang telah dimilikinya.


Good Day yang menguasai market share 12,7% dengan produk kopi mix instant bisa melakukan stategi penyerangan terhadap dua merk dengan market share besar (Nescafe dan Indocafe) yang sama-sama memiliki produk kopi instant. Penyerangan dilakukan dengan diversifikasi produk prestice dengan harga diatas harga yang ditawarkan merk lain, misalkan mengeluarkan produk untuk segmen tertentu yang menggambarkan prestice seperti kopi rendah kafein untuk wanita karir, eksekutif muda, kalangan muda yang energik, dll. Dengan karisma yang diperolehnya maka diharapkan Good Day dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih murah.



Torabika yang menguasai 10,8% market share dapat dikategorikan sebagai pengikut pasar. Sebagai pengikut pasar maka Torabika merupakan sasaran utama penyerangan dari pemilik market share yang lebih besar. Oleh karena itu strategi bertahan tepat dilakukan dengan cara menjaga dengan baik kualitas produk dan pelayanannya kepada konsumen. Selain itu Torabika harus selalu siaga memperhatikan kondisi persaingan di pasar dan mampu melihat celah dan memanfaatkan celah dalam persaingan di pasaran. Dalam banyak kasus di pasaran, pengikut pasar lama-kelamaan dapat berubah menjadi penantang pasar di masa depan.



ABC cenderung stabil dengan penguasaan market sharenya (dari 8% hanya naik menjadi 8,1%). Strategi yang tepat dilakukan oleh ABC yang hanya memproduksi 1 jenis kopi mix hampir sama dengan Torabika yaitu bertahan terutama di spesialisai pemakai/konsumen akhir karena konsumen telah menempatkan atribut kemudahan mendapatkan di posisi tertinggi untuk merk ABC.

Thursday, August 05, 2004

INTISARI




Tadi pagi� ndak sengaja papasan sama Pak Bambang pas mau keluar pintu lift lantai1. Aku mau keluar dan bapaknya mau masuk. Meskipun sebenarnya sudah punya rencana ndak nunjuin intisari sampai hari sabtu besok, tapi akhirnya tadi aku nanya juga ke Pak Bambang. Hehehe... bingung meh basa-basi gimana lagi jhe. Dan untungnya bapak ndak minta lihat dulu, jadi ndak perlu datang ke sana lagi.



Pagi tadi... hmm... masih subuh sih. Aku coba nerusin nggarap karena semalam malah ketiduran :�~ (lampu kamar wae lupa matiin, nganti Moko yang matiin). Tapi masih ada yang kurang, jadi jam 8 pagi wes stand by di TP.

Masih sepi, belum banyak yang datang. Pas aku selesai baru deh yang lain mulai berdatangan. Ibu'nya kangen sama yang biasa nemenin aku po ya :�~

La dari kemarin nanya'e mesti gitu

"Kok sendirian Mbak, biasanya kan berdua," sambil senyum�.

Uhuukkss�... nah lhoo... dikangeni ibu'e kui. Tak jawab aja sekenanya, "lagi sibuk Bu" :�~