Monday, August 30, 2004

Yudisium



Jam 7 pagi gasik datang ke TP. Ndak ada perlu penting pagi� datang sih, karena cuma untuk lihat pengumuman. Dan... ternyata Yudisiumnya hari ini jam 9 pagi, pakai baju putih lengan panjang berkerah bawahan hitam. Padahal aku ndak punya baju putih berkerah yg lengan panjang. Lalu cepat� pulang nyari di rumah, adanya bajunya Bapak yang jelas� kegedean di badanku. Satunya lagi seragamnya Moko yang mendingan lebih kecil. Karena seragam SMU pastinya ada begde'nya, jadinya ya di'tetel' dulu baru dipakai. Trus pakai rok 2/3 hitam. Huhuhu.. serasa masa OPSPEK dulu pake baju putih item gitu. Acaranya agak molor... hmmm... tepatnya molor banget sih karena jam 11an baru mulai, padahal jadwalnya jam 9 sudah mulai. Syukurlah semua berjalan dengan lancar dan baik.



Karena Yudisium bulan ini adl Yudisium susulan maka peserta Yudisiumnya ndak gitu banyak. TIP aja cuma 7 orang, dan aku satu�nya cewe yg dari TIP :D Yang lainnya ndak apal ada berapa orang. Selama Yudisium tadi ndak ada yg nungguin selain satu orang co :D~ Satu�nya penunggu Yudisium di situ, dan kebetulan sekali yang ditungguin aku uhukkss�...

Setelah selesai semua trus balik. Sudah lama naik motor ndak pakai rok, eh... pas tadi itu rasanya pegel juga. Ternyata... mesti latihan lagi pake rok biar terbiasa :D

Sekarang saatnya menjalani hari� kembali...



Saturday, August 28, 2004

Aku jadi jahat kih



Hari ini aku bertemu teman lama. Pas lagi duduk� sama Dewi Clau di samping lift lantai 1 (padahal duduknya mojok lho, tapi kok ya kliatan juga), temanku (cewek lho :)~ ) yang mau naik ke lantai 2 lewat tangga lihat kami dari atas. Habis dia ngurus keperluannya di lantai 2 trus ikut gabung sama kami di bawah.

Ceritanya dia itu baru pulang dari kampung halamannya di Medan. Skg lagi mo ngurus registrasi utk aktif kembali buat ngejak Jatek & Skripsi'nya. Trus dia minta tolong kami utk bantu� dia. Dari cerita�nya kelihatannya dia sangat butuh bantuan & dukungan teman�, dan kami pun menyanggupi akan membantunya sebisa mungkin. Lagi pula waktuku sekarang juga lebih longgar lagi, jadi bisa lah utk bantu� kalo dibutuhkan. Tapi setelah kami bicara panjang lebar dan sharing banyak hal... (ini nih yang bikin aku sempat sebel), terang� dia bilang butuh teman seangkatan sejurusan yang sama� lagi 'nyusun'... HARUS LAKI�. Pas ditanya kenapa harus laki�, dijawabnya kalau laki� lebih kuat, lebih bisa diajak kemana-mana, bisa disuruh ngetik'in, bisa disuruh nggarapi, dll. Waahh... kalau terekam kamera :� pasti kelihatan banget perubahan ekspresi wajahku dan Dewi. Terutama Dewi... dasar tuh anak mudah naik pitam... dia protes mentah� kata� si Nainggolan itu.



Setelah agak lama disitu, kami lali ke kantin tuk cari makan. Sampai di kantin obrolan juga masih diteruskan soal itu tadi. Mungkin karena bantahan� dari kami berdua akhirnya dia bilang kalau 'partner'nya nantinya akan dibayar. Alias... dia berani bayar orang utk nyelesein Skripsi'nya. La... kami kaget lagi. Nih anak mikirnya apa� bisa beres dengan uang (padahal kan....... bener sih hehehe.... )

Lagi tengah� makan, ada teman� dari GP yang ikutan gabung dan ngobrol� sama kami (2 orang cowo'), salah satunya cerita kalau skg kesibukannya bikin revisi org yang minta skripsinya dikerjain. Orgnya udah selesai pendadaran dan skg lagi nyusun revisi.

Disitu;ah... kayaknya aku jadi merasa jahat banget. Aku bisa melihat bahwa itu sebuah celah bagus untuk membalas temanku ini tadi, trus aku bilangin ke dia utk pake aja jasanya. Dan dia terpancing juga lalu mereka berdua negosiasi masalah harga. Aku dan Dewi nerusin ngobrol sama teman satunya lagi sampai akhirnya kami semua selesai makan siang. Lalu keluar bareng�...



Pas sampai di parkiran papasan sama Mas Joni trus dicegat sama mas Joni utk ngobrol sama si Nainggolan. Dia ngobrol sama Mas Joni trus aku ngobrols ama Dewi. Sempat aku dengar dia bilang "Tapi mereka berdua dukung rencanaku kok Mas"

Karena merasa kami dibawa� trus kami nyimak obrolan mereka... Jelaslah kalau temanku yang lagi dinasehati sama Mas Joni itu melimpahkan keputusan yg diambilnya kpd kami berdua. Agak sebel juga sih jadinya... anak itu udah ditolong masih juga mentungin kami :�~

Tapi aku jadi sadar juga sih, saat di kantin tadi aku kebawa emosi sampai menjerumuskan temenku sendiri. Hmmm... senin besok janjian ketemu lagi. Kalau masih bisa diperbaiki, mudah� bisa kutebus kesalahanku tadi siang.

Friday, August 27, 2004

-=Percaya Itu Indah=-



Tuhan ajar kami untuk percaya... saat kami ada dlm gelombang bimbang.

Ajar kami 'tuk percaya... juga saat kami hanyut dalam rasa takut kehilangan.

Tuhan ajar kami 'tuk tetap percaya, juga saat kami lemah & tak berdaya. Ketika cinta kami tersamar rasa cemburu... ragu... sakit & kecewa.



Tuhan ajar kami 'tuk tetap bisa mencinta, ketika saat mencinta... kami terluka.
Ajar kami untuk tetap bisa mencinta... saat kami tlah habis tenaga.

Tuhan ajar kami 'tuk tetap bisa mencinta, saat kami ditolak & ditinggalkan.

Ketika cinta kami... yang telah kami tawarkan... serasa sia�



Sebab mencinta tanpa percaya... laksana berjalan tanpa tentu arah. Buat cinta kami tumbuh karna percaya... karena PERCAYA ITU INDAH

Tuesday, August 24, 2004

Happy B'Day



Bertambah satu usiamu Ohh... semoga penuh warna

Semakin indah hatimu... berikan cinta tuk semua



Kau telah tercipta, sebagai insan istimewa

Tumbuh dalam jiwa... terus bahagia dan raih cita



Syukur tuk yang kuasa, atas beragam anugrah

Kusertakan doa Panjang umur kasih berlimpah



Ikuti hidup yang mengalir dan reguklah hingga akhir

Karna dunia terus berubah, jangan kau terlena dan goyah

Kau bertambah


Ngutip punya'e Mas Katon. May yours b'day and other day will be filled with happiness.

Saturday, August 21, 2004

Setelah melalui berbagai jalan dan menghadapi berbagai rintangan, akhirnya tiba juga di gerbang baru yang akan mengantarkanku pada sebuah tahap baru pada langkah hidupku.



Puji syukur kepada Tuhan YME atas segala rahmat dan karunianya. Atas berbagai kesempatan dan juga bantuan� yang kuterima melalui orang� di sekitarku. Hari ini... titik itu bisa tercapai juga. Hanya sebuah titik dari seluruh alur panjang, bukanlah titik akhir. Namun titik yang memberikan jeda untuk berpikir kembali dan menyusun rencana� ke depan.

Meskipun sebelumnya sempat deg�an, capek, bingung, bahkan juga sakit, tapi akhirnya bisa juga hari ini dilalui. Aku merasa belakangan ini banyak sekali keberuntungan menyertaiku.

Aku beruntung atas kesempatan� yang bisa kugunakan.

Aku juga merasa beruntung berada di sekitar orang� yang begitu baik dan peduli membantu dan mendukungku. Semua ketakutan dan kekhawatiran yang terasa seolah� pupus disaat aku berada di samping orang� itu. Ibu... Hadri - Moko - Adi... Bapak... (huhuhuu... aku sudah berani menatap matanya lagi saat bercakap�). Dewi 22'nya, Rien, Dian, Tina, Atun, Retna, Dani, Sigit dll... kebersamaan di saat� terakhir yang begitu berkesan. Dan juga Aji...

Yang selalu setia menemani disaat� senang maupun deg�an menanti nasib (hwihh... hiperbol ah :�~). Rumus� excel, komputer dan piranti lainnya, dan juga dorongan semangatnya untuk bertahan menyelesaikan semuanya. I feel so lucky to find you in my life.. uhukss�... (mudah�an ra marai Ge eR.

Kata�ku ndak akan pernah cukup untuk menggambarkan terima kasihku kepada kalian semua. Sekali lagi terima kasih semuanya....



Huaaaaa....

^_^

Aku sudah bisa sedikit tersenyum lega sekarang, meskipun masih banyak yang harus dibereskan :�~

Thnx... all....

Tuesday, August 17, 2004



Dirgahayu RI ke 59



Wednesday, August 11, 2004

Pagi� langsung terasa dingin dan pegel semua... plus pliket.

Semalam nglembur sama om�... upss... sama bapak� maksudnya. Bapak� temannya bapak'ku.

Sebenarnya ibu sudah ingetin kalau ada arisan, tapi dasar pikun kih... aku lali blas. Jadi jam 6 baru pulang. Sampai rumah kursi� sudah dikeluarkan semua, tinggal gelaran tikar. Di dapur ibu gek repot sama 4 kompor yang nyala semua. Mesakne aku liatnya, jadi begitu datang langsung cuci muka-kaki langsung 'ngewangi' ibu. Ibuku cen strong's woman :� (bangga euy sama ibu'ku), dari pagi sampai mau pagi lagi masih saja sibuk dengan kerjaannya. Semalam wae pas yang lain sudah kecapek'an trus tidur, ibu masih saja utak-atik di dapur. Seh beres� ini itu...

Uhuukkss�... besok aku bisa kuat seperti itu pa nggak yah. Arisan'nya itu arisan bapak� se'kring. Ndak banyak sih yg ikut, gak sampai 20 orang. Kata ibu biasa... bapak� cen keset nek kon mangkat arisan :�~ Bener ndak yah...

Soal'e nek dibanding'in sama arisan ibu� memang beda banget jumlahnya, bisa sampai 3 kali lipatnya.



Pagi� waktu mau berangkat, aku muter lewat stadion kridosono. DI depan STTNAS aku lihat ada orang naik sepeda. Biasanya kalau lagi di jalan, aku ndak gitu perhatian sama orang� yang ada di jalan raya. Tapi berhubung tadi jalanan masih agak sepi dan naik motornya juga pelan�, pengendara sepeda itu kuperhatikan juga. Begitu aku lihat wajahnya... langsung darah sepertinya mengalir cepat dan aku jadi merinding. Hmmm... kok ya masih begitu kalau ketemu orang itu. Padahal kejadian itu sudah lebih dari 15th yang lalu.

Meskipun dia sudah banyak berubah, badannya yg dulu kurus skg jadi tambun, berkumis dan brewokan... aku ndak mungkin lupa. Namanya juga masih ingat jelas... Aris. Sore'nya pas bantu ibu sambil ngobrol�, aku sempat nanya soal Aris itu. Kata ibu skg dia sudah kayak orang stres, sudah ndak kaya orang normal lagi. Hwiihh.. merinding aku kalau ingat orang itu. Padahal ndak ada rasa benci, sebel, dendam, marah atau yg lain... tapi kok ya tetep merinding.

Uh... cerobohku masih saja ada. Kebiasaan lali ngisi bensin. Sampai di trafick light jl. Solo dekar Galle mogok :�

Dadi dorong deh sampai ada yg jual bensin lagi. Untung ndak jauh, jadi ndak perlu kringet'an dan ngos�an.... dan... bedak nggak luntur.

Hwihh... nggaya... wong ra tau bedakan wae :D~




Sunday, August 08, 2004

Doa Yang Indah



Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.

Allah menjawab, Tidak...Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.


Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.

Allah menjawab, Tidak... Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.


Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.

Allah menjawab, Tidak... Kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.


Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.

Allah menjawab, Tidak...Aku memberimu berkat.Kebahagiaan adalah tergantung padamu.


Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.

Allah menjawab, Tidak... Penderitaan mejauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.



Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.

Allah menjawab, Tidak... Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah



Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.

Allah menjawab, Tidak... Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.



Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.

Allah menjawab.. Ahhh... akhirnya kau mengerti.


HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN

Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang

Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya

Saturday, August 07, 2004

Beberapa malam belakangan ini dingin banget. Aku biasane ndak kemulan, akhir�e jadi kerep kemulan pas bobo�. Kadang kala yo pake sweater, tapi kadung sayang ro sweater�e... jadi bukannya dipake malah gur dikeloni tok :�



Semalam pas gek tengah� bobo� aku kaget gara� ada yang ngelus� pipiku. Geli rasane, tapi karena antara sadar dan ndak sadar� ya Cuma tak usap pake tanganku dw. Eee... ndak gitu lama, pipiku dielus� lagi. Yang kedua ini kerasa banget kumisnya.
Hueeee... kok berkumis. Geli rasane dan sampe bikin aku merinding. Cepet� tak nyalain lampu dan.....
Syukurlah... bukan tikus. Sempat mikir ada tikus nakal.
Ternyata klinci�ne Hadri kelaparan dan nyari� maem. Mungkin gara�ne kalau sore aku kadang bawain maem bahkan kadang tak jak neng kamar, jadi dipikir�e kamarku ki gudang logistis makanane po yo.
Semalam ndak ada maem�an nggo klinci dan aku juga lagi males ngambil sayuran�e ibu. Adanya cuma snack talas�ku tadi, tak kasih�ke... bul�e doyan. Ya wes... snack�ku dientek�ne.

Jam � 4 aku bangun dan ndak isa tidur lagi.

Uaaadeeemm......



Tadi sampai TP jam 9, Dewi & Dian yang rencananya mau nemenin malah datangnya lebih gasik. Tadi pas aku datang kesana, masih sepi. Tapi atiku sek rame... ramenya karena deg�an. Padahal tadi yang datang ndak sampai 15 orang, tapi kok yo tetep dag-dig-dug.
Aku merasa presentasi tadi ndak berhasil. Hiksss... elek tenan kok mau. Deg�an campur isin. Kui intine... isin�e kui lho. Isin sama yang sudah jauh� datang buat nemenin aku. Dah dicoba bersikap seperti biasa, tapi dalam hati jane yo isin banget. Rumongko aku nek tadi tuh jelek banget

:(



Friday, August 06, 2004

PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN KOPI JENIS MIX
BERDASARKAN TINGKAT LOYALITAS KONSUMEN
DI DAERAH PEMASARAN KODYA YOGYAKARTA




Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pangsa pasar (market share) dari keenam merk produk kopi jenis mix yang diteliti dan mengetahui besarnya tingkat perpindahan merk yang dapat menunjukkan tingkat loyalitas dari konsumennya. Disini juga akan diketahui atribut-atribut maupun faktor-faktor lain yang menyebabkan konsumen melakukan proses perpindahan merk tersebut.



Selanjutnya informasi-informasi tersebut akan berguna dalam merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk masing-masing merk yang diteliti. Adapun keenam merk produk yang diteliti adalah Nescafe, Indocafe, Good Day, Torabika, Kapal Api dan ABC. Perhitungan dilakukan dengan Excel untuk menghitung tingkat kepentingan antar atribut yang berpengaruh dan software Quant System dengan pilihan menu Markov Process untuk mengetahui besar market share masing-masing merk pada kondisi equilibrium.



Hasil perhitungan indeks sikap terhadap atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen memberikan hasil 3,79. Ini berarti indeks sikap konsumen terhadap atribut kopi jenis mix secara umum berada dalam daerah penguasaan keempat yang artinya responden telah mengetahui dan menilai dengan baik atribut-atribut yang terdapat pada kopi jenis mix.



Perhitungan indeks sikap untuk masing-masing merk juga menunjukkan hasil yang setara yaitu berada dalam penerimaan keempat. Nescafe memiliki indeks sikap sebesar 3,62; Indocafe sebesar 3,66; Good Day dan Torabika sama-sama sebesar 3,67 sedangkan Kapal Api dan ABC masing-masing memiliki indeks sikap sebesar 3,65 dan 3,63.
Sedangkan perhitungan dengan Rantai Markov menunjukkan adanya perubahan penguasaan market share dari awal periode hingga tercapai kondisi equilibrium. Nescafe dari 32% turun menjadi 25,29% dan Indocafe dari 26% naik menjadi 28,09%. Sedangkan Kapal Api yang hanya menguasai 7% ternyata di kondisi equilibrium berhasil meningkat hingga menguasai 14,97%. Good Day sebagai salah satu produk baru diawal periode menguasai 21% mengalami penurunan hingga tinggal menguasai 12,7% saja. Torabika diawal periode menguasai 7% ternyata mampu menaikkan sedikit market sharenya hingga 10,8% sedangkan ABC cenderung stabil dengan kenaikan kecil dari 8% menjadi 8,1%.



Strategi yang tepat untuk Nescafe yang tidak lagi sebagai pemimpin pasar sejati adalah dengan meningkatkan intensitas promosi baik melalui media cetak/elektronik maupun promosi langsung di lapangan. Selain melakukan promosi, Nescafe juga dapat bermain di sektor harga dengan memberikan potongan harga khusus atau penurunan harga jualnya dipasar konsumen akhir.



Indocafe mengalami kenaikan penguasaan market share dari 26% hingga menjadi 28%. Indocafe mungkin akan sulit untuk meningkatkan market share dengan menyerang penguasa market share besar lainnya (Nescafe). Oleh karena itu strategi yang paling tepat adalah strategi bertahan dengan memperbaiki performa produknya dari pada harus menonjolkan kelebihan-kelebihannya. Penurunan harga tidak sesuai karena bisa menjadi pemicu untuk perang harga dan persaingan yang merusak.



Kapal Api unggul dalam popularitas merk dan daya tarik promosi sehingga market sharenya bisa meningkat hinga 8,57%. Dengan menguasai 14,97% market share maka bersama dengan merk Good Day, Kapal Api dapat dikategorikan sebagai penantang pasar. Namun produknya yang berupa kopi mix bukan instant kurang sesuai untuk menyerang pemimpin pasar yang memiliki produk kopi instant. Oleh karenanya strategi yang sesuai adalah dengan menyerang produk yang menguasai market share di bawahnya (dalam penelitian ini adalah merk Torabika). Penyerangan dapat dilakukan dengan diversifikasi variasi rasa dengan memanfaatkan keunggulan popularitas merk yang telah dimilikinya.


Good Day yang menguasai market share 12,7% dengan produk kopi mix instant bisa melakukan stategi penyerangan terhadap dua merk dengan market share besar (Nescafe dan Indocafe) yang sama-sama memiliki produk kopi instant. Penyerangan dilakukan dengan diversifikasi produk prestice dengan harga diatas harga yang ditawarkan merk lain, misalkan mengeluarkan produk untuk segmen tertentu yang menggambarkan prestice seperti kopi rendah kafein untuk wanita karir, eksekutif muda, kalangan muda yang energik, dll. Dengan karisma yang diperolehnya maka diharapkan Good Day dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih murah.



Torabika yang menguasai 10,8% market share dapat dikategorikan sebagai pengikut pasar. Sebagai pengikut pasar maka Torabika merupakan sasaran utama penyerangan dari pemilik market share yang lebih besar. Oleh karena itu strategi bertahan tepat dilakukan dengan cara menjaga dengan baik kualitas produk dan pelayanannya kepada konsumen. Selain itu Torabika harus selalu siaga memperhatikan kondisi persaingan di pasar dan mampu melihat celah dan memanfaatkan celah dalam persaingan di pasaran. Dalam banyak kasus di pasaran, pengikut pasar lama-kelamaan dapat berubah menjadi penantang pasar di masa depan.



ABC cenderung stabil dengan penguasaan market sharenya (dari 8% hanya naik menjadi 8,1%). Strategi yang tepat dilakukan oleh ABC yang hanya memproduksi 1 jenis kopi mix hampir sama dengan Torabika yaitu bertahan terutama di spesialisai pemakai/konsumen akhir karena konsumen telah menempatkan atribut kemudahan mendapatkan di posisi tertinggi untuk merk ABC.

Thursday, August 05, 2004

INTISARI




Tadi pagi� ndak sengaja papasan sama Pak Bambang pas mau keluar pintu lift lantai1. Aku mau keluar dan bapaknya mau masuk. Meskipun sebenarnya sudah punya rencana ndak nunjuin intisari sampai hari sabtu besok, tapi akhirnya tadi aku nanya juga ke Pak Bambang. Hehehe... bingung meh basa-basi gimana lagi jhe. Dan untungnya bapak ndak minta lihat dulu, jadi ndak perlu datang ke sana lagi.



Pagi tadi... hmm... masih subuh sih. Aku coba nerusin nggarap karena semalam malah ketiduran :�~ (lampu kamar wae lupa matiin, nganti Moko yang matiin). Tapi masih ada yang kurang, jadi jam 8 pagi wes stand by di TP.

Masih sepi, belum banyak yang datang. Pas aku selesai baru deh yang lain mulai berdatangan. Ibu'nya kangen sama yang biasa nemenin aku po ya :�~

La dari kemarin nanya'e mesti gitu

"Kok sendirian Mbak, biasanya kan berdua," sambil senyum�.

Uhuukkss�... nah lhoo... dikangeni ibu'e kui. Tak jawab aja sekenanya, "lagi sibuk Bu" :�~





Tuesday, August 03, 2004

Hmmm... hari ini panas tapi adem. Di luar panas'e nyengat tapi kok hawane terasa adem. Terasa banget pas di TP tadi... tanganku anyep.

Ternyata baru sekali ketemu, Pak Marsono wes apal aku. Pas masuk ruangan tadi langsung ditanya perkembangannya dll. Hmm... seneng pa susah ya :�~

Seneng juga sih langsung bisa diapali, tapi ya khawatir juga. Gek� bisa utk laporan ke Pak Sur kih. Ah pikiran elek kui :� Positif Thinking wae lah, nek bapak'e emang perhatian.



Ndak nyangka sekarang kelinci'ne dah bisa berdiri pake 2 kaki lagi. Yah... nggak sekuat dulu sih napak tanah'e. Tapi wes mending, bisa naik� kalau dikasih maem lagi.

Nek diperhatikan kayak'e kakinya sudah terlanjur cacat. Hmmm... kasihan jadi miring� jalannya, tapi sepertinya dia sudah terbiasa sama kakinya itu. Kalau dipegang sudah nggak berontak kayak pas baru saja sakit dulu. Saiki wortel'e wes entek, kudu golek'e maem'e sek kih.



Wah... decolgen 1 rung mempan. Pengen nambah lagi tapi takut nek ketagihan. Rasane dadi males ngapa�in nih. Wah... gawat. Padahal masih banyak kerjaan. Harus ngebut lagi, intisari'ne paling lambat kamis harus dikumpul ke t4 Mas Yanto. Mudah�an semua dapat berjalan sesuai rencana. Amin

Thnx untuk yang sudah nemani aku wira-wiri ket mau. Thnx 4 your care... emuaacchhh

Hehehehe... kon ajar romantis.

Pie jal... angel'e

Sunday, August 01, 2004

Full Day...



Dari pagi jam 8 aku sudah berangkat ke t4 Dian Brilika. Teman� pada sepakat kumpul di sana sebelum berangkat bareng� ke Magelang. Hari ini Mas Pri (mas'e Endang) ngundang kami utk datang di resepsi pernikahannya. Mas Pri'nya sendiri sebenarnya sudah kerja di kantor pajak di Sibolga.

Berangkat dari rumah jam 8 kurang 15 menit. Kupikir nanti pas teman� sudah pada datang, eh... ndak taunya malah aku paling gasik. Pertama kali datang. Tapi nggak nunggu terlalu lama kok, karena pas lagi duduk bentar si Dani, Topik dan Sigit langsung sampe situ juga.

Hmmm...

Sebenarnya rencananya mau bareng sama Dewi Claudia, tapi pagi� tadi sms bilang kalau gak jadi ikut karena Santi baru datang dari Jkt. Kasihan kalau harus ditinggal... katanya. Hmmm... tau gitu kan aku kemarin terima tawaran Dewi Lmpy yang mau ikut kan. Tapi dpp lah... wes kebacut.

Ndak gitu lama Atun sama Tina Noi juga sampai situ. Trus jam 1/2 sembilan kami berangkat ke t4 Endang di Magelang. Sampai sana jam 1/2 sepuluh... ngebut juga tadi yah... cuma 1 jam sampai di t4 Endang. Padahal t4 nya itu jauuuuuuuuuuuuh...... bgt. Candi Borobudur masih saja masuk� terus. Trus lewat jalan yang seperti lokasi KKN dulu :� (serasa naik kuda saja kalau lewat jalan gituan)



Di sana ternyata bukan resepsi biasa (prasmanan trus pulang), tapi pake acara komplit sambutan dan serah�an penganten segala. Waaa.. beneran deh... ngak siap fisik dan mental untuk ikut acara gituan :�

Luamaanya itu lho yang nggak nguatin. Jadi pas di tengah� acara (tapi udah dibagiin makan, minum, dan snack :�~~)... kami keluar arena resepsi lewat pintu belakang. Nyari Endang... trus pamitan pulang duluan. Hehehehe... ndak nyangka... meskipun udah pada jadi Sarjana, temen� tuh pada nggak berubah badung'nya. Maish sama kayak dulu� saja pas jaman kuliah�.



Tadi saja mau keluar lewat pintu belakangnya saja, konfirmasinya pake sms'an. La gimana lagi, t4 duduk laki� dan perempuannya dipisah jhe. Tamu laki� duduk di sisi kiri dan tamu perempuan duduk di sisi kanan. Nek meh ngomong�an kan angel. Jadi ya terpaksa sms'an dan cekikikan dw�. Dan akhirnya.... kami berhasil keluar arena resepsi!!!

Cihuuuiiii...
(Weh... seneng'e, tapi emang tadi tuh rasanya seneng banget bisa keluar lebih cepat. Rasanya ada yang lega)


Setelah itu pulang ke Jogja.............

Sampai di jalan Magelang dekat Mbesi kami pada pisahan. Mereka kembali ke t4 masing�, tapi aku harus ke t4 Dian dulu. Motor'ku ditinggal di sana jhe. Setelah istrirahat dan ngobrol� di sana, akhirnya aku pulang ke rumah.

Sampai rumah sepi, cuma ada Hadri lagi nonton tipi. Adi ndak ada, katanya ikut Bapak & Ibu ke Slarong. Ya wes, aku trus ikutan nonton tipi bareng Hadri.



Sorenya mereka pulang, trus ibu minta ditemenin NJAGONG lagi. Hwih... maem neh nuh :�~

Habis njagong badan rasane pegel kabeh, trus bobo wae. Jam 6 gek tangi meh mandi, soale inget tadi janjian kencan malam ini (uhukkkss�... gaya kih). Meskipun badan masih pegel... ndak mau to dibatalin [^_*]

Dpp deh dibelain badan yg rada pegel

Full deh...