Thursday, December 20, 2007

My Birthday

Kamis hari ini pas banget hari ulang tahunku. Happy bDay To me.
Uhukss...nggak nyangka banyak SmS masuk. Jadi terharu, ternyata teman-teman mengingat hari jadiku. Eh ralat...hari lahirku.

Termasuk teman-teman satu mess. Nah kali ini aku pengen cerita tentang pesta ulang tahun yang kuselenggarakan bersama teman-teman satu mess.

Kebetulan ulang tahunku yang sekarang bertepatan dengan hari Raya Idul Adha. Nah, tadi pagi teman-teman dah keluar untuk pergi shalat Ied. Aku?? Jelas nggak ikut lah yaw.

Ketika aku bangun pagi dan mengeluarkan jemuran yang belum kering dari kemarin, tiba-tiba Kakak pemilik rumah memanggil-manggil. Begitu aku keluar, ia menyodorkan lontong dan sebaskom kecil sayur.
Hueee..kaget juga sih, pagi-pagi dah dikasih makanan. Tapi namanya aja anak kost, nggak mungkin nolak lah ya.

Tak lama kemudian, temen-temen pulang dari Shalat Ied. Mereka menenteng tas plastik berisi makanan. Ketika melihatku, mereka langsung menyapa dan mengucapkan selamat ulang tahun. Uhukkss...terharu akuw. Ternyata mereka inged.

Tapi nggak cuma itu. Mereka pun menagih makan-makannya. Tapi aku sih santai aja. Kan dah ada lontong sayur. Dan langsung aja kusajikan lontong sayur pada temen-teman. Meski agak heran, mereka menyantap dengan lahapnya. Hihi...sebenarnya mereka kelaparan juga sih.

Lalu kami berncanda gurau dengan asyiknya. Bahkan lebih asyik karena Naning pakai video kameranya untuk merekam. Pokoknya rame deh.

Hingga tiba-tiba ibu kost lewat dan menyapa kami. Spontan kuucapkan terima kasih. "Makasih ya Kak, enak loh masakannya," kataku. Kontan aja teman-teman tersentak kaget.
Mereka pun kemudian menyalami ibu kos sambil melirik ke arahku.
Setelah ibu kos berlalu, mereka kompak bilang, "Huuuuuuw...dasar. Kirain kamu yang masak."
Aku pun cuman nyengir. Itulah untungnya kalau ulang tahun pas hari raya, bisa bikin pesta gratisan.

Thursday, November 29, 2007

Complain

"Pagi Anaas...." terdengar suara lembut seorang wanita dari seberang ponselku.
"Pagi Dok," ujarku dengan suara yang kuusahakan sesegar mungkin.
Baru jam 07.30 WIB tau-tau dah ada telpon dari seoragn nara sumberku.
Fiuh...kok gw bilang baru yah hihi...
Padahal dulu tuh jam 05.00 udah pasti dibangunkan.
"Pamali kalau anak muda nggak mau bangun pagi-pagi. Rejekinya bisa ilang," nasehat yang masih kuingat sampai sekarang.Yah, memang masih kuingat, tapi tak jarang kulaksanakan.

Kembali lagi soal penelepon di pagi itu.
Wanita dari seberang telpon ini merupakan satu di antara orang yang bertugas di sebuah rumah sakit. Dia ini mirip-mirip humas..gitu loh.
Nah, ceritanya ia telpon pagi-pagi buat komplain berita.

Hu..hu..hu...
Ntah complain yg keberapa buatku.
Seandainya emang bener-bener kesalahan vital sih, kuterima aja tuh permintaan ralatnya. Tapi ini...fiuh...cape deee....
Urusan kecemburuan sosial..
Ups....

Saturday, October 20, 2007

Take a Walk (part 2)

Finnaly, i came to Siak Sri Inderapura
Welcome Wiek (kutenangkan diri dengan memberi sambutan pada diriku sendiri). Di pelabuhan, aku disambut dengan turunnya gerimis rintik-rintik.
Aku pun melangkahkan kakiku ke luar pelabuhan dan memasuki kota Siak.
sambil memikirkan tujuan berikutnya, kuhirup udara perlahan-lahan, sambil menyapa Siak. Hello, here i am!!!

Tiba-tiba ponselku bergetar
I Be eL epon dan menanyakan keberadaanku. Kemudian kami pun terlibat suatu pembicaraan yang cukup serius. tak lama sih, singkat aja kok pembicaraannya.
Dan setelah percakapan singkat di telepon akhirnya tercapai suatu kesepakatan, aku harus naik ojek dengan tujuan kedai kopi ABC.
Lalu kucari orang di luar pelabuhan, yang gayanya seperti tukang ojek hihi...
Dan ketemulah dengan abang ojek berompi kuning, kayaknya sih seragam ojek. lalu tukang ojek itu mengantarkakku ke tempat tujuan.
Sesampainya di simpang dekat kedai kopi, I Be eL dengan kaos bertulisan Sepeda Onthel dan topi merah sudah menungguku sambil cengar-cengir
Tak perlu kuceritakan isi semua pembicaraan selanjutnya, intinya pembicaraan kami mengenai kuncinya yang hilang. Plus beberapa ungkapan kesebelanku karena malam harinya harus terkurung di satu kamar.
Aneh juga sih, dia yang kehilangan kunci, tapi kok aku yang sebel yah
"Sori Nas, nggak ada Honda," ujarnya sambil memelas. Dasar orang aneh, padahal sepeda motornya tuh Suzuki loh. Disebut-sebut pulak, Honda.
Anyway, tak ada yang bisa kulakukan lagi selain menerima nasib. Jadi, meskipun feel so blue kuterima saja lah harus menghabiskan malam di Siak tanpa acara jalan-jalan.

Tapi,
Nih dia tapinya. Pada pagi harinya aku tidak mau mengalami seperti malam hari. Ketiadaan sarana transportasi tak menyurutkan niatku untuk tampil narsis. Ups, maksudnya berlibur
Kami pun mengawali hari dengan minum kopi susu di kedai kopi.
Ahaaa...ini rupanya kebanggaan warga Siak. Segelas kopi di kedai kopi, ditemani kue-kue seperti cak we. Hum, nikmat juga ternyata.
Setelah menghabiskan minuman, kami melanjutkan perjalanan (jalan kaki boooooo.....) menuju pelabuhan.

Hwih, agak BT juga sih! Sore tiba, paginya dah langsung balik. Kayak absen doank.

Tapi kami melalui makam sultan dan masuk ke gedung (wah, lupa akuw) sambil berfoto-foto.
Biar deh, nggak bisa sampai Jembatan Siak, yang penting bisa narsis²an di background yang lain.

Dan ternyata, asyik juga jalan-jalan pagi di Siak. Bisa melihat kota dengan lebih dalam. Melihat keindahan dan kekayaan Budaya Melayu yang selama ini hanya kukenal melalui buku sejarah di sekolahan.

Satu lagi kekayaan di nusantara yang "sayang" jika harus tertelan kemajuan jaman. Semoga, kekayaan itu bisa tetap abadi dan tetap mengisi kisah-kisah sejarah di setiap buku pelajaran, dan memperkaya dan mengiringi kebesaran bangsa

Wah..wah..wah...
Wake up!!!
Back to real life

Pukul 11.00 WIB kami sudah harus tiba di pelabuhan.
Menggunakan kapal Paris Express (woloh, keren namanya) kami pun kembali ke Pku.
Eh ralat, aku sendiri yang ke PKU
I Be eL harus meneruskan perjalanannya ke Perawang.
Selamat berjuang kawan, thx for everything